Usai Laba PIK2 (PANI) Melejit 484%, Begini Potensi Cuan Sahamnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Keberhasilan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 mempertahankan pertumbuhan kinerja yang kuat sepanjang semester I-2026 ditambah dengan besarnya cadangan lahan menjadikan saham PANI layak dilirik.
Hal ini mendorong Kiwoom Sekuritas Indonesia untuk mempertahankan rekomendasi beli saham PANI dengan target harga sebesar Rp 8.500 per saham. Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan (upside) sekitar 37,1% dibandingkan harga penutupan Rp 6.200 pada 3 Agustus 2026.
Analis Kiwoom Sekuritas Adrian Djie menyebutkan bahwa prospek saham PANI tetap menarik, seiring lonjakan kinerja keuangan pada semester I-2026, didukung pertumbuhan pendapatan, ekspansi margin, serta peningkatan laba bersih yang signifikan.
Baca Juga
Marketing Sales PANI Tembus Rp1,9 Triliun, Apa Motor Penggeraknya?
Pada semester I-2026, emiten kongsi grup Agung Sedayu dan Salim (PANI) ini membukukan pendapatan sebesar Rp 2,92 triliun, meningkat 78% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh segmen penjualan tanah dan bangunan yang menyumbang Rp 2,86 triliun, naik 77% secara tahunan.
Laba kotor melonjak 129% menjadi Rp 2,21 triliun, sehingga margin laba kotor (gross profit margin/GPM) meningkat menjadi 75,70%. Efisiensi operasional juga tetap terjaga. Laba usaha meningkat 203% menjadi Rp 1,91 triliun. Sedangkan EBITDA naik 202% menjadi Rp 1,92 triliun dengan EBITDA margin mencapai 65,68%.
Sementara itu, laba bersih PANI mencatat pertumbuhan paling signifikan, yakni melonjak 484% secara tahunan menjadi Rp 1,66 triliun. “Posisi neraca yang kuat memberikan fondasi bagi perseroan untuk mempercepat pengembangan proyek-proyek berikutnya sekaligus memanfaatkan permintaan pasar yang terus tumbuh,” tulisnya.
Dari sisi pemasaran, PANI membukukan marketing sales sebesar Rp 1,9 triliun pada semester I-2026 atau meningkat 66%, dibandingkan tahun sebelumnya. Realisasi tersebut telah mencapai 45% dari target marketing sales sepanjang 2026 sebesar Rp 4,3 triliun.
Baca Juga
IMREI: Property Management Profesional Tingkatkan Nilai Investasi Properti
Kiwoom menyebut tingginya permintaan terhadap proyek residensial unggulan seperti Pasir Putih Residence dan Rumah Milenial menjadi penopang utama pertumbuhan penjualan perseroan sepanjang semester I.
Dengan mempertimbangkan sejumlah fakta tersebut dan berdasarkan valuasi berbasis RNAV, Kiwoom mempertahankan rekomendasi beli saham PANI. Perhitungan tersebut didasarkan pada nilai landbank perseroan seluas 1.825 hektare. Dengan menerapkan diskon 55% terhadap estimasi RNAV sebesar Rp 18.893 per saham, diperoleh target harga Rp 8.500 untuk 12 bulan ke depan.
Target saham tersebut juga mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan pendapatan PANI menjadi Rp 5,07 triliun tahun ini dan laba bersih meningkat menjadi Rp 2,21 triliun. EBITDA margin diproyeksikan naik menjadi 48,03% dan margin laba bersih diperkirakan mencapai 43,66%.
