Melesat Usai Masuk PSN, Ternyata Target Saham PIK2 (PANI) masih Kinclong
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah sebelumnya telah menyutujui 14 Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan skema pembiayaan investor swasta dan tanpa dukungan APBN. Satu dari 14 proyek tersebut adalah pengembangan Green Area dan Eco-City di lokasi PIK2 yang dikembangkan PT Pantai Indah Kapuk Tbk (PANI) atau PIK2.
Berkat penetapan tersebut, saham emiten besutan Agung Sedaya Group dan Salim Group ini mendadak melesat pada penutupan perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/3/2024). Berdasarkan data, saham PANI ditutup menguat Rp 250 (4,69%) menjadi Rp 5.575, bahkan saham ini sempat menyentuh level Rp 5.625.
Sebanyak 14 PSN itu digunakan untuk mendukung kebijakan percepatan hilirisasi, pengembangan, dan pemerataan ekonomi nasional dan daerah. Satu dari 14 PSN baru tersebut adalah pengembangan Green Area dan Eco-City di lokasi PIK 2 yang berlokasi di Provinsi Banten.
Baca Juga
Laba Melesat Nyaris 100% di 2023, PIK2 (PANI) Ungkap Hal Berikut
Pengembangan wilayah berbasis hijau dengan luas lebih kurang 1.756 hektare dinamakan "Tropical Coastland" serta ditujukan sebagai destinasi pariwisata baru yang berbasis hijau guna meningkatkan attractiveness bagi wisatawan.
Destinasi pariwisata ini juga didesain untuk mengakomodasi Kawasan Wisata Mangrove yang merupakan mekanisme pengamanan pesisir secara alami. Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp 65 triliun ini diharapkan dapat menyerap sekitar 6.235 tenaga kerja langsung dan 13.550 tenaga kerja sebagai efek pengganda.
Lalu, bagaimana prospek saham PANI? Analis Sucor Sekuritas Niko Pandowo dalam riset terakhirnya menyebutkan bahwa pertumbuhan penjualan perseroan kemungkinan masih didominasi perusahaan asosiasi, yaitu perusahaan yang sahamnya dikuasai PANI dengan kepemilikan hanya di bawah 50%. Sedangkan pendapatan anak usaha dengan kepemilikan di atas 50% diprediksi tetap rendah.
“Meski demikian kami memperkirakan rata-rata kenaikan tahunan (CAGR) laba bersih perseroan mencapai 80% hingga tahun 2027 dengan laba diharapkan meningkat menjadi Rp 1,6 triliun,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
Kinerja Melesat Tahun Lalu, Begini Gambaran Prospek PIK2 (PANI) Tahun 2024
Ekspektasi belum optimalnya performa anak usaha yang diakuisisi tahun lalu mendorong Sucor Sekuritas merevisi turun target pertumbuhan laba bersih PANI tahun ini dari semula Rp 649 miliar menjadi Rp 384 miliar. Begitu juga dengan target kenaikan laba bersih tahun 2025 direvisi turun dari Rp 1,23 triliun menjadi Rp 655 miliar.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham PANI dengan target harga Rp 7.225. Target tersebut mempertimbangkan diskon 22% terhadap perkiraan nilai aset bersih (RNAV) perseroan. Saham PANI tetap layak menjadi pilihan didukung potensi pertumbuhan yang kuat ke depan, seiring besarnya kepemilikan lahan yang dimilikinya.

