Laba Atribusi Central Omega (DKFT) Melesat 484,36% di 2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mencatatkan lompatan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 484,36% menjadi Rp 366,16 miliar pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 62,66 miliar.
Manajemen dalam pernyataan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/4/2025), menyebutkan bahwa kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pesat pendapatan penjualan dari Rp 811,65 miliar menjadi Rp 1,46 triliun pada 2024.
Baca Juga
Saat Harga Bawah, Pengendali Jinsheng Tambah Saham Central Omega (DKFT)
Pencapaian gemilang tersebut sejalan dengan pertumbuhan produksi bijih nikel sebanyak 130% menjadi 2,95 juta ton dan penjualan melambung sebanyak 105% menjadi 2,59 juta ton bijih nikel. Pertumbuhan juga didukung mulai adanya produksi dan penjualan segmen batu kapur mulai tahun 2024, dibandingkan tahun sebelumnya tidak berkontribusi.
Direktur DKFT Feni Silviani Budiman mengatakan, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh karyawan perseroan. “Kami sangat bangga dengan kinerja yang luar biasa ini, yang mencerminkan komitmen Perseroan untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan,” terangnya.
Selain pertumbuhan penjualan, DKFT mencatatkan kenaikan pesat laba ktoro sebanyak 79% menjadi Rp 631 miliar, laba bersih naik 1.329% menjadi Rp 414 miliar, serta laba per saham melesat 484% menjadi Rp 66,41 per saham.
Baca Juga
Tak hanya itu, dia mengatakan, perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan EBITDA sebanyak 128%. Pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan perseroan dalam mempertahankan dan meningkatkan kinerja operasional.
Sedangkan pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (8/4/2025), saham DKFT ditutup anjlok hingga auto reject bawah (ARB) sebanyak 14,62% menjadi Rp 222.

