Telkom (TLKM) Cetak Pemulihan di Semester I-2026, Saatnya Berburu Sahamnya?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) berhasil mencatatkan pemulihan sepanjang semester I-2026 yang ditunjukkan pertumbuhan kinerja keuangan hingga lampaui estimasi. Hal ini menjadikan saham emiten telekomunikasi ini kian menarik.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terbarunya memilih untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham TLKM dengan target harga Rp 3.750 per saham. Adapun berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), saham TLKM berhasil melaju lebih dari 5% menjadi Rp 2.740 dalam sepekan terakhir. Kenaikan tersebut jauh di atas kenaikan IHSG BEI dalam lima hari terakhir capai 0,90%.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan mengatakan, kinerja saham TLKM pada semester I-2026 secara umum sesuai dengan proyeksi internal maupun konsensus pasar. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 10,6 triliun, tumbuh 1,4% secara tahunan (year on year/YoY). “Capaian tersebut setara dengan 55% dari estimasi BRI Danareksa Sekuritas dan 52% dari consensus,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
Transformasi Telkom (TLKM) 30 Angkat Kinerja, Pendapatan Tembus Rp 75,9 Triliun di Semester I-2026
Dengan adanya panduan anggaran ERP tahap kedua sebesar Rp 1 triliun hingga Rp 1,2 triliun pada paruh kedua 2026, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, pencapaian laba bersih inti diperkirakan mencapai 52%, sehingga masih berada dalam kisaran sesuai ekspektasi.
Dari sisi operasional, pendapatan TLKM pada kuartal II-2026 meningkat 4% secara kuartalan (quarter on quarter/qoq) menjadi Rp 38,7 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan pendapatan data seluler sebesar 3,8% qoq, yang diperkirakan ditopang konsumsi trafik data yang lebih kuat dari pola musiman.
Sementara itu, pendapatan IndiHome pada kuartal II-2026 relatif stabil di Rp 6,4 triliun, atau naik 0,7% qoq. Di sisi lain, pendapatan layanan legacy meningkat 28,6% qoq, didorong oleh kontribusi layanan suara dan SMS.
Kenaikan Ebitda
Peningkatan pendapatan yang disertai beban operasional kas yang relatif datar, hanya naik 0,1% qoq, mendorong perbaikan profitabilitas. Margin EBITDA kuartal II-2026 meningkat 210 basis poin secara kuartalan menjadi 50,4%, sehingga margin EBITDA semester I-2026 mencapai 49,4%.
Baca Juga
Meski Laba Turun, Analis Yakin Saham Bumi Minerals (BRMS) Berpeluang Naik ke Rp 1.100
Di sisi belanja modal, TLKM belum mencatat lonjakan investasi hingga semester I-2026. Perseroan telah merealisasikan capex sebesar Rp 9,4 triliun, naik tipis 0,3% qoq, dengan intensitas belanja modal sebesar 12,5%.
“Belum meningkatnya belanja modal tersebut kemungkinan mencerminkan sikap perseroan yang masih menunggu hasil lelang spektrum sebelum merealisasikan pembangunan jaringan dalam skala yang lebih besar,” tulisnya.
Hal ini mendorong Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan untuk tetap mempertahankan rekomendasi Buy untuk saham TLKM dengan target harga Rp 3.750 per saham, seiring penilaian bahwa kinerja semester I-2026 secara umum masih sesuai dengan ekspektasi analis maupun konsensus pasar.
Baca Juga
Dua Sekuritas Kompak Rekomendasikan Buy Saham ASII, Target Harga hingga Rp 7.000
Senada dengan itu, Stockbit Sekuritas dalam komentar pasarnya menilai kinerja TLKM pada kuartal II-2026 menunjukkan hasil yang positif. TLKM berhasil mencatat pemulihan laba bersih yang kuat pada kuartal II-2026 dengan pertumbuhan 28% YoY dan 45% QoQ. Pertumbuhan pendapatan juga mencapai 4% YoY, melampaui panduan (guidance) manajemen untuk sepanjang 2026 yang berada di kisaran 1-3% YoY.
Stockbit Sekuritas juga menyoroti margin EBITDA yang hanya sedikit berada di bawah target, rasio capex-to-revenue pada semester I-2026 yang sebesar 14,2%, lebih rendah dibandingkan guidance 17–19%, turut mendorong kenaikan free cash flow sebesar 12,8% YoY. “Arus kas bebas yang lebih kuat tersebut memberikan fleksibilitas lebih besar bagi TLKM untuk menurunkan utang maupun meningkatkan pembagian dividen pada periode mendatang,” tulisnya.
