Meski Laba Turun, Analis Yakin Saham Bumi Minerals (BRMS) Berpeluang Naik ke Rp 1.100
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Prospek saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) masih dinilai menarik, meski kinerja semester I-2026 berada di bawah ekspektasi. Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BRMS dengan target harga Rp 1.100.
Dalam riset terbarunya, BRI Danareksa menilai pelemahan laba BRMS semester I-2026 terutama dipicu oleh turunnya volume penjualan emas selama kuartal II-2026 akibat penurunan produksi di tambang River Reef yang sedang menjalani planned pushback operation.
Baca Juga
Emiten tambang kongsi grup Salim dan Nirwan Bakrie (BRMS) ini mencatat rugi bersih sebesar US$ 4,6 juta pada kuartal II-2026, berbalik dari laba bersih US$ 17,5 juta pada kuartal I-2026 dan laba US$ 8,5 juta pada periode yang sama tahun lalu. Dengan demikian, laba bersih semester I-2026 mencapai US$ 12,9 juta, turun 44% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Capaian tersebut baru memenuhi sekitar 12,1% dari proyeksi laba BRI Danareksa untuk tahun 2026 dan 13,2% dari estimasi konsensus pasar,” tulis riset tersebut.
Penurunan laba tersebut sejalan dengan pelemahan tajam pendapatan BRMS menjadi US$ 26,3 juta atau merosot 62% secara kuartalan dan 54% secara tahunan. Penurunan itu sejalan dengan melemahnya produksi emas menjadi 6.301 ounce atau turun 57,4% dari kuartal sebelumnya. Secara kumulatif, pendapatan semester I-2026 tercatat US$ 95,8 juta, turun 21% dari periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga
Penurunan produksi terutama disebabkan turunnya kadar emas (head grade) menjadi 0,90 gram per ton, dari 1,42 gram per ton pada kuartal I-2026. Kondisi tersebut terjadi sebagai dampak dari aktivitas planned pushback di area River Reef yang sementara mengurangi aktivitas penambangan.
Selain produksi yang lebih rendah, BRMS juga hanya mampu untuk menjual sekitar 70% dari total produksi emas selama kuartal II-2026 akibat kelebihan pasokan di pasar emas domestik. Di sisi lain, harga jual rata-rata emas yang direalisasikan juga turun menjadi US$4.138 per ounce, atau melemah 8,3% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Kesepakatan dengan Antam
Meski kinerja jangka pendek tertekan, BRI Danareksa melihat adanya faktor yang dapat menopang prospek BRMS ke depan. Salah satunya adalah langkah PT Citra Palu Minerals (CPM) yang menandatangani perjanjian offtake selama dua tahun dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) bulan lalu.
Baca Juga
“Kesepakatan tersebut diharapkan dapat mengamankan penjualan emas bulanan dengan harga yang kompetitif, sehingga mendukung stabilitas penjualan perseroan setelah tekanan akibat kelebihan pasokan di pasar domestic,” tulisnya.
Dari sisi profitabilitas, laba kotor BRMS turun 73% secara kuartalan dan 67% secara tahunan menjadi US$11,9 juta. Sementara itu, EBITDA merosot menjadi US$5,9 juta, turun 81% dibandingkan kuartal sebelumnya dan 76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
