Laba Vale (INCO) Melesat 313,5% di Semester I, Manajemen Ungkap Penopang Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan lompatan laba periode berjalan 313,5% menjadi US$ 104,37 juta pada semester I-2026, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 25,24 juta. Lompatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan.
Manajemen INCO dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin menyebutkan bahwa pertumbuhan tersebut juga sejalan dengan peningkatan produksi nikel dalam matte, penguatan harga nikel, serta disiplin operasional. Perseroan membukukan kenaikan pendapatan dari US$ 426,73 juta menjadi US$ 543,06 juta. EBITDA juga melambung dari US$ 92 juta menjadi US$ 196 juta.
Baca Juga
Proyek HPAL Vale (INCO) US$ 2 Miliar Dinilai Dorong Hilirisasi dan Ekonomi Daerah
Penyumbang kenaikan tersebut didukung peningkatan rata-rata harga jual dan volume penjualan. Perseroan mencatatkan produksi nikel dalam matte pada semester I-2026 mencapai 29.773 metrik ton atau turun dari periode sama tahun sebelumnya 35.584 metrik ton. Namun terjadi kenaikan dari 13.620 metrik ton di kuartal I menjadi 16.153 metrik ton di kuartal II-2026.
Rata-rata harga jual nikel perseroan mencapai US$ 14.491 per ton pada semester I-2026, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 12,014 per ton. Perseroan juga berhasil meningkatkan efisiensi operasional. Biaya tunai pokok penjualan nikel matte turun menjadi US$ 10.005 per ton pada kuartal II-2026 dari US$ 10.382 per ton pada kuartal sebelumnya.
Vale (INCO) menyebutkan bahwa perseroan tetap berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target produksi tahunan serta berada dalam posisi yang baik untuk memanfaatkan fundamental pasar nikel yang kondusif.
Baca Juga
Vale (INCO) Percepat Hilirisasi Nikel, Proyek HPAL US$ 2 Miliar Masuk Fase Krusial
Selain memperkuat bisnis nikel matte, INCO terus mengembangkan platform pertumbuhan melalui tiga hub pertambangan di Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa. Di Blok Bahodopi, penjualan bijih nikel saprolit mencapai 1,07 juta wet metric ton (wmt) pada kuartal II-2026, meningkat dari 886 ribu wmt pada kuartal sebelumnya. Total penjualan semester I-2026 mencapai 1,96 juta wmt.
Sementara itu, Blok Pomalaa mencatat lonjakan penjualan bijih nikel menjadi 1,26 juta wmt pada kuartal II-2026 dibandingkan 89 ribu wmt pada kuartal I-2026. Secara kumulatif, volume penjualan semester I-2026 mencapai 1,35 juta wmt.
Menurut perseroan, peningkatan kinerja kedua proyek tersebut mencerminkan keberhasilan peningkatan kapasitas operasi sekaligus memperkuat strategi diversifikasi sumber pendapatan dan fondasi operasional untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.
