IHSG Dibuka Melemah, Sebaliknya Saham PSDN hingga TNCA Menguat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026), dibuka melemah dengan penurunan 20 poin (0,38%) menjadi 6.177. Penurunan ini berbanding terbalik dengan pasar Asia yang cenderung naik.
Pelemahan dipicu atas penurunan sebagian besar sektor saham, seperti sektor energi, material dasar, keuangna, property, infrastruktur, konsumer primer. Sedangkan kenaikan melanda saham sektor teknologi.
Baca Juga
Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti Jabat Gubernur Sementara Bank Indonesia
Meski dibuka melemah, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan harga pesat, seperti PSDN anik 30,33% menjadi Rp 159, HELI naik 22,22% menjadi Rp 222, dan TNCA menguat 18,67% menjadi Rp 179.
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup jatuh sebanyak 118,88 poin (1,88%) menjadi 6.196 disertai dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1,35 triliun.
Pelemahan IHSG tersebut dipicu atas kejatuhan pasar saham dunia dipicu peningkatan tensi konflik Timur Tengah. Penurunan juga dipicu kejatuhan sejumlah saham big cap, khususnya emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, BRPT, hingga CUAN. Kejatuhan juga dipicu penurunan dalam saham big bank dipimpin BMRI lebih dari 5,7%.
Baca Juga
IHSG Berpotensi Melemah Usai Pengunduran Diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI
Tekanan IHSG juga datang dari pelemahan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar 3,02%, konsumer primer 3,04%, energi 2,82%, keuangan 2%, sektor konsumer non primer 1,45%, dan sektor infrastruktur 1,63%.
Meski IHSG terjungkal parah, kedua saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu MCAS naik 34,59% menjadi Rp 214 dan ALKA naik 25% menjadi Rp 1.375.
