IHSG Ditutup Berbalik Turun 0,30% Terseret Saham TPIA hingga BBCA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (23/7/2026), ditutup berbalik melemah sebanyak 19,17 poin (0,30%) menjadi 6.315 atau berbalik arah dari penutupan sesi I dengan kenaikan pesat sebanyak 95,67 poin (1,51%) menjadi 6.430,15.
IHSG bergerak dalam rentang 6.306-6.454 dengan nilai transaksi lebih dari Rp 22,56 triliun. Penurunan tersebut juga dipicu atas kejatuhan mendadak saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, dan BRPT. Penurunan juga dipicu atas kejatuhan saham big bank, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Baca Juga
VKTR Buka-bukaan Pilih Right Issue Saham, Target Ini Ingin Dicapai
Sedangkan sektor saham utama penekan IHSG hari ini, yaitu sektor konsumer primer 1,16%, sektor industry 1,32%, sektor keuangan 0,89%, dan sektor kesehatan 0,10%. Sebaliknya lompatan melanda saham sektor property 3,13%, sektor energi 1,52%, dan sektor konsumer non primer 1,56%.
Adapun saham dengan kenaikan harga pesat hari ini, yaitu saham FUTR melesat 24,39% menjadi Rp 306, MPRO naik 19,87% menjadi Rp 13.875, ENAK naik 15,57% menjadi Rp 282, ZATA naik 14,93% menjadi Rp 77, dan ALKA menguat 14,58% menjadi Rp 1.100.
Kemarin, IHSG ditutup berbalik melemah tipis 5,54 poin (0,09%) menjadi 6.334 dipicu aksi ambil untung setelah terjadi kenaikan hampir Sembilan hari beruntun. Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 920,23 miliar, sehingga total net sell sepanjang tahun berjalan telah mencapai Rp 76,50 miliar.
Baca Juga
Anindya: Ekspor Bernilai Tambah Dongkrak Surplus Dagang ke China Jadi US$ 5,8 Miliar
Meski IHSG ditutup turun, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga mengesankan, seperti ZATA naik 34% menjadi Rp 67, SWID naik 28,26% menjadi Rp 118, MDIA menguat 26,83% menjadi Rp 104, dan ALDO melesat 25% menjadi Rp 720 dan MLPT naik 25% menjadi Rp 1.625.
Kenaikan indeks didukung atas penguatan sejumlah saham dengan penyumbang terbesar saham AMMN dengan kenaikan 6,98%, DSSA melesat 15,34%, BBRI naik 1,66%, BRMS naik 7,83%, dan BREN menguat 4,17%. Penguatan juga ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi, material dasar, property, teknologi, infrastruktur, dan industry.
