IHSG Sepekan Anjlok 0,79% Terseret Koreksi Saham TPIA, BBRI, hingga BMRI
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini diututup anjlok sebanyak 0,79% menjadi 7.324,78, dibandingkan dengan pekan lalu dengan lompatan sebanyak 3,77% menjadi 7.382.
Sejalan dengan penurunan tersebut, kapitalisasi pasar (market cap) BEI anjlok sebanyak 0,54% menjadi Rp 12.604 triliun. Data BEI yang dirilis, Jumat (14/12/2024) juga mengungkap pemodal asing berbalik mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 2,70 triliun, dibandingkan pekan lalu dengan pembelian bersih (net buy) mencapai Rp 1,07 triliun.
Baca Juga
Raksasa Investasi BlackRock Rekomendasikan Maksimal 2% Eksposur terhadap Bitcoin
Pelemahan indeks pekan ini dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor keuangan, teknologi, transportasi, kesehatan, material dasar, industry, infrastruktur. Sebaliknya kenaikan hanya melanda saham sektor energi dan consumer primer.
Sedangkan lima saham dengan penyumbang terbesar terhadap koreksi indeks pekan ini berasal dari saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan penurunan 10,37%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan kokresi 3,25%, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melemah 3,21%, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) anjlok 3,94%, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) anjlok 3,58%.
Penurunan IHSG BEI tercatat yang terbesar ketiga di Kawasan ASEAN, setelah indeks PSEi Filipina turun 1,67%, indeks SET Thailand melemah 1,40%, IHSG BEI melemah 0,79%, indeks FTSE Bursa Malayasia turun 0,28%, indeks VN Vietnam melemah 0,22%, dan sebaliknya indeks Strait Times Singapura naik 0,37%.
Baca Juga
Harga Emas Anjlok Lebih dari 1%, Tapi Catat Kenaikan dalam Sepekan
BEI Juga mencatatkan total pendanaan dari pasar modal terhitung sejak awal tahun hingga pekan ini telah mencapai Rp 1.037,37 triliun. Pendaan tersebut terdiri atas emisi obligasi korporasi Rp 137,66 triliun, penerbitan obligasi negara Rp 856,66 triliun, dan obligasi negara dalam mata uang US$ senilai US$ 53,65 juta.
Sedangkan pendanaan dari pasar saham mencapai Rp 43,04 triliun, yaitu dari emisi saham mencapai Rp 10,19 triliun, penerbitan saham baru atau rights issue Rp 32,57 miliar, dan sisanya waran terstruktur Rp 290 miliar.
Grafik IHSG

