Tokenisasi Saham Disebut Bisa Jadi Mesin Pertumbuhan Industri Kripto
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – CEO Securitize Carlos Domingo memprediksi tokenisasi saham dan exchange traded fund (ETF) berpotensi menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar aset dunia nyata (real world assets/RWA) berbasis blockchain hingga mencapai nilai US$ 5 triliun dalam beberapa tahun mendatang.
Dalam forum ETHConf di New York, Domingo menyatakan bahwa pasar saham dan ETF global yang nilainya diperkirakan mencapai US$ 150 triliun menawarkan peluang jauh lebih besar dibandingkan pasar RWA saat ini yang bernilai sekitar US$ 30 miliar.
Menurut dia, apabila hanya sekitar 2%-3% dari total pasar saham dan ETF dunia berpindah ke infrastruktur blockchain, maka nilai aset yang ditokenisasi berpotensi mendekati US$ 5 triliun.
"Jika sebagian kecil saja dari pasar saham global berpindah ke blockchain, nilainya sudah cukup untuk membawa industri tokenisasi menuju angka US$ 5 triliun," ujar Domingo dilansir dari Coindesk, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga
Tokenisasi Berteknologi Blockchain dan Harapan Saham Indonesia Mendunia
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah upaya Securitize memperluas bisnis tokenisasi aset institusional, termasuk kerja sama dengan sejumlah institusi keuangan besar seperti BlackRock.
Domingo menilai saham tokenisasi memiliki prospek lebih besar dibandingkan obligasi pemerintah Amerika Serikat yang selama dua tahun terakhir mendominasi pasar RWA. Untuk mendukung pengembangan ekosistem tersebut, Securitize telah menjalin kemitraan dengan Bursa Efek New York (NYSE) dan agen transfer saham Computershare guna memungkinkan perdagangan dan penyelesaian transaksi saham berbasis blockchain.
Baca Juga
Tak Melulu Fokus pada Bitcoin, Investor Indonesia Mulai Berburu Aset Tokenisasi
Ia juga menegaskan bahwa banyak produk yang saat ini dipasarkan sebagai saham tokenisasi sebenarnya masih berbentuk instrumen derivatif atau sintetis, bukan representasi langsung atas kepemilikan saham yang mendasarinya.
Ke depan, Securitize menargetkan agar saham tokenisasi dapat memberikan hak investor yang sama dengan saham konvensional, sekaligus menawarkan keunggulan blockchain berupa penyelesaian transaksi instan, perdagangan 24 jam, dan integrasi dengan ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Domingo menambahkan bahwa blockchain publik seperti Ethereum tetap menjadi pilihan utama bagi institusi untuk tokenisasi aset karena mampu menggabungkan efisiensi teknologi dengan mekanisme kepatuhan melalui smart contract yang membatasi kepemilikan hanya kepada investor yang telah disetujui.
