Penggunaan Kripto 2025 Meluas, YouTuber Bisa Dibayar Pakai Stablecoin hingga Tokenisasi Kartu Pokemon
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Penggunaan aset kripto pada 2025 menunjukkan pergeseran dari sekadar instrumen spekulatif menjadi alat transaksi di berbagai ceruk ekonomi digital. Meski belum berfungsi sebagai alat pembayaran harian di tingkat ritel, kripto kini digunakan secara nyata dalam pembayaran kreator digital, transaksi barang digital lintas negara, hingga ekosistem koleksi, keuangan terdesentralisasi (DeFi), dan gim berbasis blockchain.
Salah satu penggunaan paling menonjol terlihat pada ekonomi kreator dan pekerja lepas. Freelancer, kontraktor, dan kreator konten semakin banyak menerima pembayaran dalam bentuk stablecoin seperti USDC dan USDT untuk penyelesaian transaksi langsung antar dompet. YouTube, misalnya, dilaporkan telah memungkinkan kreator konten di Amerika Serikat mencairkan pendapatan menggunakan stablecoin PayPal USD (PYUSD). Skema ini mengurangi biaya, waktu tunggu, dan hambatan pembayaran lintas negara yang kerap terjadi pada sistem perbankan konvensional.
Di sektor bisnis digital, kripto juga dimanfaatkan untuk pembelian layanan daring seperti domain, hosting, dan perangkat lunak. Sejumlah penyedia layanan global menerima pembayaran kripto guna menjangkau pelanggan lintas yurisdiksi. CEO Namecheap Richard Kirkendall mengungkapkan bahwa perusahaan menerima pembayaran Bitcoin senilai sekitar US$ 2 juta untuk penjualan domain. Di saat bersamaan, platform pembayaran arus utama seperti Stripe dan Shopify mulai menguji integrasi pembayaran berbasis stablecoin, didorong oleh kejelasan regulasi stablecoin di Amerika Serikat pasca pengesahan Undang-Undang GENIUS.
Baca Juga
Tekanan 'Whale' Belum Reda, Bitcoin Ambles ke Zona US$ 85.000-an
Penggunaan kripto turut merambah budaya koleksi melansir dari Cointelegraph, Selasa (16/12/2025). Pada 2025, kebangkitan minat terhadap koleksi fisik seperti kartu Pokémon dan mainan edisi terbatas diikuti dengan tokenisasi aset koleksi dalam format digital. Kartu koleksi yang di-tokenisasi dan sistem gacha digital menjadi sarana baru bagi kolektor untuk bertransaksi dan berinteraksi secara daring, melengkapi koleksi fisik yang telah ada.
Sementara itu, dalam ekosistem DeFi dan GameFi, kripto tetap menjadi fondasi utama aktivitas ekonomi digital. Pengguna memanfaatkan aset kripto untuk menukar token, menyediakan likuiditas, meminjam, atau memperoleh imbal hasil melalui kontrak pintar.
Baca Juga
OJK Catat Jumlah Konsumen Kripto Tembus 19,08 Juta per Oktober 2025
Di sektor gim blockchain, kripto digunakan untuk membeli dan memperdagangkan item dalam gim serta memindahkan aset lintas platform. Model play-to-earn masih bertahan, meski pada 2025 lebih berperan sebagai sumber pendapatan tambahan dibanding mata pencaharian utama.
Data DappRadar mencatat, gim blockchain World of Dypians memimpin dengan lebih dari 1 juta dompet aktif unik, disusul Pixudi Runs dengan hampir 570.000 pemain aktif. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun adopsi kripto belum merata, aset digital tersebut semakin menemukan fungsi praktis dalam alur kerja dan ekonomi digital tertentu pada 2025.

