Dividen dan Buyback Jadi Sentimen, Saham Astra (ASII) Dipatok Target Rp 6.850
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham PT Astra International Tbk (ASII) dengan target harga Rp 6.850 per saham. Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 22,3% dibanding harga terakhir di level Rp 5.600.
Dalam riset terbarunya, BRI Danareksa menilai Astra mulai mengarahkan fokus bisnis pada sektor-sektor dengan tingkat pengembalian lebih tinggi, sambil tetap mempertahankan diversifikasi usaha.
“Astra akan fokus pada otomotif, jasa keuangan, serta alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi (HEMCE), meskipun sektor kesehatan dan infrastruktur tetap menjadi bagian dari portofolio pertumbuhan,” tulis analis BRI Danareksa dalam risetnya, Selasa (26/5/2026).
BRI Danareksa menilai tiga mesin pertumbuhan utama Astra berasal dari segmen otomotif, jasa keuangan, serta HEMCE. Ketiga segmen tersebut disebut menyumbang sekitar 90% laba grup.
Baca Juga
Perseroan juga dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka pendek yang kuat, terutama dari bisnis suku cadang otomotif dan batu bara metalurgi. Di sektor otomotif, Astra dinilai tidak hanya mengandalkan penjualan kendaraan, tetapi juga bisnis purnajual, suku cadang, dan platform tukar tambah kendaraan.
Selain itu, diversifikasi usaha melalui PT United Tractors Tbk (UNTR) menuju batu bara metalurgi dinilai dapat memperkuat portofolio bisnis energi perseroan di tengah volatilitas harga komoditas.
Secara kinerja, BRI Danareksa memperkirakan laba bersih Astra pada 2026 mencapai Rp 27,68 triliun, naik 31,7% dibanding estimasi 2025 sebesar Rp 21,03 triliun. Sementara pendapatan diproyeksikan mencapai Rp 304,05 triliun pada 2026.
Pada 2027, laba bersih ASII diperkirakan kembali meningkat menjadi Rp 33,77 triliun dengan pendapatan mencapai Rp 320,01 triliun.
BRI Danareksa juga menilai strategi peningkatan total pengembalian kepada pemegang saham menjadi sentimen positif bagi investor. Astra menargetkan peningkatan imbal hasil pemegang saham dengan dukungan rasio pembayaran dividen sebesar 45–50% serta rencana pembelian kembali saham senilai Rp 8 triliun dalam 12 bulan ke depan.
BRI Danareksa mempertahankan rekomendasi beli dan target harga Rp 6.850 seiring ambisi peningkatan imbal hasil kepada pemegang saham. Meski demikian, terdapat sejumlah risiko yang perlu dicermati, antara lain pelemahan nilai tukar rupiah dan penurunan daya beli masyarakat.

