Valuasi Masih Murah, VIVA Berpeluang Rerating di Tengah Euforia World Cup
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) kembali mencuri perhatian pelaku pasar di tengah sentimen positif dari gelaran FIFA World Cup yang secara historis kerap mendorong kinerja saham sektor media dan penyiaran.
Ajang olahraga global tersebut dinilai dapat menjadi pendorong kinerja VIVA melalui potensi peningkatan pendapatan iklan, kenaikan jumlah pemirsa, hingga optimalisasi monetisasi konten digital.
Pada momentum seperti World Cup, belanja iklan umumnya meningkat signifikan, terutama dari sektor FMCG, otomotif, dan platform digital yang bersaing memanfaatkan tingginya keterlibatan audiens.
Baca Juga
IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas Hari Ini, Tiga Saham Dipimpin BNBR Layak Dilirik
Sebagai emiten dengan eksposur kuat di bisnis media televisi dan digital, VIVA dinilai berada pada posisi strategis untuk menangkap peluang tersebut. Jaringan distribusi konten yang luas serta basis pemirsa yang telah terbentuk berpotensi langsung mendorong peningkatan pendapatan seiring naiknya viewership.
Dari sisi valuasi, saham VIVA masih atraktif. Dengan kapitalisasi pasar yang lebih kecil, dibandingkan PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), saham ini dianggap memiliki ruang kenaikan (upside), apabila terjadi rerating seiring perbaikan kinerja perseroan.
VIVA tercatat sebagai pemegang saham mayoritas MDIA dengan kepemilikan sekitar 83,2%. Dengan kapitalisasi pasar MDIA sekitar Rp 5,5 triliun, nilai implisit kepemilikan VIVA di MDIA diperkirakan mencapai Rp 4,5 triliun. Bnadingkan dengan kapitalisasi pasar VIVA saat ini masih dalam kisaran Rp850 miliar.
Baca Juga
Optimasi Ekonomi Jakarta, Anindya Bakrie Tekankan Pentingnya AI Aplikatif dan Pemberdayaan UMKM
Sementara secara teknikal, Analis Rudy Setiawan dari MNC Sekuritas menilai, saham VIVA mulai menunjukkan sinyal menarik. Saat ini, saham berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan membentuk base yang cukup solid.
“Secara teknikal, VIVA mulai mengindikasikan potensi breakout, ditopang oleh peningkatan volume transaksi dalam beberapa periode terakhir. Ini biasanya menjadi early signal akumulasi,” ujarnya.
Menurutnya, selama harga masih bertahan di atas area support penting, peluang melanjutkan tren penguatan masih terbuka. “Risk-reward menjadi cukup menarik, terutama bagi trader jangka pendek yang mencari momentum berbasis sentimen event seperti World Cup,” jelasnya.
Perpaduan katalis event global, peluang valuation gap, dan dukungan sinyal teknikal membuat VIVA menjadi salah satu saham media yang layak diperhatikan dalam jangka pendek hingga menengah, khususnya bagi investor dengan profil risiko agresif.

