Begini Peluang Saham Indocement (INTP) di Tengah Valuasi Murah dan Kenaikan Permintaan Semen
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) merupakan pilihan menarik di tengah mulai pulihnya pasar properti dan konstruksi nasional. Setelah bertahun-tahun mengalami tekanan pertumbuhan, analis menilai valuasi INTP kini sangat menarik, didukung fundamental solid dan prospek pemulihan siklikal.
Analis Sucor Sekuritas Cheryls Jennifer Wang mengatakan dalam laporan riset kemarin menyebutkan bahwa INTP memiliki katalis positif dari penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 5,25% dan potensi stimulus lanjutan pada 2025. Selain itu, program 3 juta rumah pemerintah diproyeksikan mendorong siklus permintaan semen yang lebih tinggi.
Baca Juga
Transaksi Saham Chandra Daya (CDIA) Dibuka Hari Ini, Penguatan bakal Berlanjut?
Yang membedakan INTP dari produsen semen lain, menurut Sucor Sekuritas, adalah tingginya kontribusi segmen konstruksi swasta, mencapai lebih dari 30% dari total penjualan. Angka ini lebih tinggi, dibandingkan rata-rata pesaing BUMN hanya 20%. Hal ini membuat pricing power INTP lebih kuat, dengan margin kotor sekitar 30%.
Selain itu, struktur biaya INTP dinilai efisien berkat penggunaan bahan bakar alternatif, seperti RDF yang mencapai 26% dari total energi, jauh lebih murah, dibanding batu bara. Struktur biaya ini memberikan daya tahan terhadap siklus permintaan yang fluktuatif.
INTP juga didukung kas bersih yang solid dan diproyeksikan meningkat signifikan hingga 2026. Dengan kebutuhan belanja modal yang terbatas, INTP memiliki ruang besar untuk meningkatkan imbal hasil kepada pemegang saham melalui dividen. Mulai 2026, payout ratio dividen diperkirakan naik dari 80% menjadi lebih dari 100%, mengindikasikan strategi agresif dalam distribusi laba.
Baca Juga
RUPST Indocement (INTP) Tunjuk Eks Kepala Bappenas Suharso Monoarfa Sebagai Komisaris
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham INTP dengan target harga Rp 8.600. Target tersebut mengindikasikan valuasi saat ini di EV/EBITDA 6,8x dan P/E 8,8x dan saham INTP saat ini ditransaksikan diskon yang dalam dibandingkan rata-rata historis dan sektor. INTP juga dinilai memiliki posisi jangka panjang yang kuat sebagai pemimpin industri semen nasional.
Terkait kinerja keuangan, Sucor Sekuritas menargetkan penurunan laba bersih tahun ini menjadi Rp 1,92 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 2 triliun. Laba bersih diprediksi mulai merangkak naik tahun 2026 hingga seterusnya. Sedangkan pendapatan tahun ini diprediksi turun dari Rp 18,54 triliun menjadi Rp 18,42 triliun.

