Bagikan

Karena Hal Ini, BTN (BBTN) Absen Bagi Dividen

Poin Penting

BTN menetapkan dividen 0% dari laba bersih tahun 2025 sebesar Rp3,5 triliun yang seluruhnya dialokasikan sebagai laba ditahan.
Penahanan laba dilakukan untuk memperkuat permodalan guna mendukung ekspansi kredit yang diproyeksikan melampaui target awal perusahaan.
Pengalihan dividen dipilih sebagai alternatif yang lebih efisien dibandingkan menerbitkan surat utang (tier 2) guna menjaga rasio kecukupan modal (CAR).

JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (BBTN) memastikan tak ada pembagian dividen kepada pemegang saham alias dividen 0%. Hal itu sejalan dengan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang menyetujui penggunaan laba bersih tahun 2025 sebesar Rp 3,5 triliun seluruhnya sebagai laba ditahan.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu mengungkapkan, keputusan tersebut diambil sebagai langkah strategis perseroan untuk memperkuat permodalan, seiring rencana ekspansi kredit yang melampaui target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

Baca Juga

BTN (BBTN) Ungkap Faktor Pendorong Kenaikan Laba 22,6% di Kuartal I 2026

”Kami putuskan bahwa dividend payout ratio adalah 0% karena memang sesuai pertimbangan untuk meng-cover ekspansi kredit yang direncanakan melebihi RKAP. Jadi, uang itu bukan untuk apa-apa, tapi memang untuk permodalan terkait ekspansi kredit,” ujar Nixon dalam Konferensi Pers RUPST BTN, di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Menurut Nixon, rencana akuisisi portofolio kredit tersebut telah melalui proses panjang dan mencakup berbagai jenis pembiayaan, baik kredit produktif maupun konsumtif.

Nilai transaksi bahkan diperkirakan melampaui 20% dari modal perseroan, sehingga berdampak langsung terhadap rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR).

Nixon Napitupulu mengungkapkan, BTN sempat mempertimbangkan alternatif penguatan modal, salah satunya melalui penerbitan subordinated debt. Namun, opsi tersebut dinilai kurang efisien karena akan menambah beban bunga, terutama pada komponen modal tier 2.

Baca Juga

BTN (BBTN) Restrukturisasi Kredit Terdampak Bencana Sumatera Rp 550 Miliar

“Jadi, dengan dividend payout-nya menjadi 0%, maka kami tidak perlu lagi menerbitkan surat utang yang dianggap sebagai tier 2,” kata Nixon.

Hal tersebut, menurut dia, merupakan bagian dari efisiensi beban sekaligus menjaga struktur permodalan tetap sehat. Selain itu, opsi penambahan modal melalui penyertaan modal negara (PMN) maupun dukungan dari Danantara tidak memungkinkan dalam waktu dekat, mengingat keterbatasan waktu. “Kami akan ekspansi secara resmi 13 Mei 2026,” ucap Nixon.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024