Hartadinata (HRTA) Diuntungkan Tren Emas Investasi, Analis Patok Target Harga Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menjadi satu dari beberapa perusahaan yang paling diuntungkan atas pergeseran struktur permintaan emas dunia dari semula konsumsi ke investasi. Perubahan ini mendorong dominasi penjualan emas batangan (gold bars) terhadap total penjualan, dibandingkan emas perhiasan.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham HRTA dengan target harga Rp 3.300.Target tersebut merefleksikan perkiraan PE saham perseroan mencapai 8,3 kali pada 2026.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan peluang kenaikan pendapatan HRTA dari Rp 44,54 triliun pada 2025 menjadi Rp 70,20 triliun tahun depan. Laba bersih juga diproyeksikan melambung dari Rp 978 miliar menjadi Rp 1,52 triliun.
Baca Juga
Hartadinata (HRTA) Diprediksi Pertahankan Pertumbuhan Kinerja 2026, Sahamnya Bisa Ngacir
Analis BRI Danareksa Sekuritas Christy Halim dan Sabela Nur Amalina mengatakan, dominasi penjualan emas batangan makin besar dengan kontribusi 87,6% terhadap total pendapatan tahun 2025. Lompatan ini seiring dengan peningkatan permintaan emas sebagai instrumen investasi.
Pangsa pasar (market share) emas batangan HRTA juga naik signifikan menjadi 69,9%. Sementara pangsa pasar perhiasan turun menjadi 8,1% pada 2025. Secara global, permintaan emas tren naik. Total permintaan emas meningkat 8% secara tahunan (yoy) tahun 2025, didukung harga rata-rata capai rekor tertinggi menjadi US$ 4.533 per ounce atau melonjak 72% yoy.
“Ketidakpastian geopolitik dan makroekonomi akan terus menopang permintaan emas sebagai aset safe haven, sehingga menjaga harga tetap tinggi,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
Hartadinata (HRTA) Cetak Penjualan Rp 44,54 Triliun, Laba Bersih Melesat 121%
Terkait kinerja operasional, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, volume penjualan HRTA diprediksi meningkat sebanyak 21% yoy tahun ini, setelah sebelumnya tumbuh 56,8% pada 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh penjualan emas murni dengan dominasi sekitar 98% dari total volume.
Penguatan harga saham HRTA juga didukung ekspektasi asumsi harga emas dunia berkisar US$ 4.461 per ounce tahun 2026 dan diprediksi meningkat menjadi US$ 4.573 per troy ounce pada 2027. Kondisi ini akan mendorong pertumbuhan pendapatan HRTA sebesar 57,6% pada 2026 dengan margin yang relatif stabil.
Saat ini, saham HRTA masih diperdagangkan pada valuasi yang menarik, yakni PE sebanyak 8,3 kali tahun 2026. HRTA juga berpeluang cetak kenaikan margin dari rencana sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA).

