Hartadinata (HRTA) Diprediksi Pertahankan Pertumbuhan Kinerja 2026, Sahamnya Bisa Ngacir
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencatatkan kinerja gemilang sepanjang 2025 dengan lonjakan laba bersih dan pendapatan yang melampaui ekspektasi pasar. Peluang pertumbuhan kinerja ini diproyeksikan berlanjut di tengah harga jual emas yang masih moncer hingga kini.
MNC Sekuritas dalam riset yang diterbitkan kemarin menyebutkan bahwa perolehan laba bersih HRTA tahun 2025 sudah melampaui estimasi MNC Sekuritas dan consensus analis. Pada kuartal IV-2025, HRTA membukukan laba bersih sebesar Rp 403 miliar, melonjak 77% secara kuartalan (QoQ) dan 187% secara tahunan (YoY). Secara kumulatif, laba bersih sepanjang 2025 mencapai Rp 978 miliar, tumbuh 121% YoY.
Baca Juga
Kinerja Hartadinata (HRTA) 2025 Sentuh ATH, Didongkrak ‘Bullion Bank’
Kenaikan kinerja tersebut sejalan dengan pertumbuhan pesat pendapatan HRTA menjadi Rp 19,3 triliun pada kuartal IV-2025, melonjak 91% QoQ dan 292% YoY. Sepanjang tahun 2025, pendapatan mencapai Rp 44,5 triliun atau tumbuh 144% YoY, juga melampaui target.
Margin laba bersih (NPM) memang mengalami penurunan tipis menjadi 2,2% dari 2,4% pada 2024. Penurunan ini dinilai wajar, seiring meningkatnya kontribusi segmen wholesale terhadap laba kotor yang mencapai 70%, dibandingkan 54% pada tahun sebelumnya.
HRTA juga melaporkan struktur permodalan juga menunjukkan perbaikan dengan debt to equity ratio (DER) turun menjadi 1,3x dari 1,5x, serta rasio cakupan bunga meningkat menjadi 4,6x dari sebelumnya 2,8x.
Lompatan kinerja keuangan HRTA sepanjang 2025 ditopang sejumlah faktor, seperti kenaikan harga emas dan pertumbuhan bisnis bullion bank. Rata-rata harga jual (ASP) emas naik 57,5% YoY menjadi Rp 1,9 juta per gram. Sementara volume penjualan emas murni meningkat 55,5% YoY menjadi 23,5 ton.
Baca Juga
Hartadinata (HRTA) Cetak Penjualan Rp 44,54 Triliun, Laba Bersih Melesat 121%
Memasuki fase ekspansi, HRTA meningkatkan kapasitas refinery menjadi 30 ton per tahun dari sebelumnya 18 ton per tahun. Dengan tambahan ini, total kapasitas produksi dan pemurnian mencapai 60 ton per tahun. Tingkat utilisasi diperkirakan sekitar 55%, memberikan ruang ekspansi lebih lanjut melalui penambahan mitra strategis.
Kenaikan kinerja juga didukung kolaborasi dengan Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menjadi kontributor signifikan dengan penjualan mencapai Rp 6,3 triliun pada 2025, melonjak tajam dibandingkan Rp 22,3 miliar pada 2024. Sementara itu, bisnis emas BRIS sendiri tumbuh 78,6% YoY menjadi Rp 22,9 triliun.
Proyeksi Kinerja 2026
Sementara itu, Analis MNC Sekuritas Raja Junico W mengatakan, HRTA diprediksi pertahankan pertumbuhan kinerja keuangan tahun ini. Pendapatan diproyeksikan bertumbuh 58% YoY menjadi Rp 70 triliun pada 2026. “Pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan volume penjualan 36,5% menjadi 32,1 ton dan peningkatan ASP sebesar 15,5% menjadi Rp 2,2 juta per gram,” tulisnya.
Baca Juga
BEI Optimistis ETF Emas Meluncur Kuartal II-2026, Tiga MI Sudah Antre
HRTA juga ditargetkan memproduksi sebanyak 33 ton atau naik 32% YoY, seiring ekspansi kapasitas refinery. Pertumbuhan kinerja juga ditopang estimasi permintaan emas tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global, dengan emas masih menjadi instrumen lindung nilai (hedging).
Dari sisi fundamental, neraca keuangan diproyeksikan semakin solid dengan DER turun ke 0,9x dan perbaikan cash conversion cycle menjadi 68 hari dari 76 hari pada 2025. Dengan peluang pertumbuhan tersebut, saham HRTA direkomendasikan buy dengan target harga Rp 3.000 per saham. Valuasi dinilai menarik dengan price to earnings (PE) 6,2x, jauh di bawah rata-rata regional.

