Bagikan

Target Pendapatan Hartadinata (HRTA) Naik 47% di 2025, Emas Batangan Jadi Andalan


JAKARTA, investortrust.id -
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA)  menargetkan pendapatan tumbuh 47% menjadi Rp 27 triliun dan laba bersih naik 35% menjadi Rp 600 miliar di tahun ini. Strategi utama perusahaan adalah memperkuat penetrasi pasar melalui produk emas batangan dan ekspansi gerai ritel di luar Pulau Jawa.

“Target kami tahun ini cukup agresif, dengan fokus utama pada peningkatan volume penjualan emas batangan yang saat ini menyumbang 80% dari total penjualan,” kata Direktur Business & Operation Hartadinata, Yudho Jatmiko, secara daring, Kamis (12/6/2025).

Sementara itu, kontribusi perhiasan emas terhadap penjualan tercatat sebesar 20%. Menurut Yudho, tren pascapandemi menunjukkan masyarakat lebih memilih emas batangan sebagai instrumen investasi dibandingkan perhiasan, seiring naiknya harga emas dunia.

Untuk mendukung target tersebut, perseroan menyiapkan belanja modal (capex) sebesar Rp 150 miliar tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk integrasi pabrik, termasuk pembangunan gedung dan pembelian mesin baru guna meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi.

Di sisi lain, Hartadinata akan memperluas jaringan ritel dan unit gadai terutama di luar Jabodetabek. Direktur Utama Hartadinata, Sandra Sunanto, mengatakan bahwa ekspansi akan difokuskan ke kota-kota besar dan menengah di luar Pulau Jawa, untuk menjangkau basis pelanggan yang lebih luas.
 

“Ekspansi kami bukan hanya menambah cabang, tapi juga memperkuat distribusi digital lewat e-commerce. Kami ingin menjangkau konsumen yang berbeda antara pasar offline dan online,” tegasnya.
 

Ia juga menyoroti tren harga emas dunia yang diperkirakan tetap tinggi di tahun ini. Menurutnya, gejolak geopolitik global membuat harga emas relatif stabil di level tinggi, sehingga potensi penurunan tajam dalam waktu dekat dinilai kecil.

Terkait prospek bisnis perhiasan di tengah melemahnya daya beli masyarakat, Hartadinata menyusun strategi khusus. Sandra menjelaskan bahwa perusahaan akan lebih fokus pada produksi perhiasan dengan gramasi kecil agar lebih terjangkau, sekaligus memperkuat brand perhiasan mereka, Ardor.

“Tantangan kami tahun ini adalah membangun kembali permintaan perhiasan. Kami berupaya menciptakan inovasi desain dan menguatkan brand identity Ardor,” tutupnya.

 
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024