Begini Peluang Kilauan Saham Hartadinata (HRTA) di Tengah Kenaikan Harga Emas
JAKARTA, investortrust.id – Peluang penguatan harga saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) terbuka lebar, seiring dengan lompatan harga jual saham dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini menjadikan saham ini layak menjadi pilihan dengan prospek penguatan kinerja keuangan dan saham pesat ke depan.
“Konflik geopolitik dan pemangkasan suku bunga diharapkan membuat harga jual emas lanjutkan penguatan di atas US$ 2.500 per oz. Sebab, emas dinilai sebagai sarana investasi paling aman,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Natalia Sutanto dalam riset perdananya saham HRTA di Jakarta, Jumat (4/102024).
Baca Juga
Pefindo Pertegas Peringkat Hartadinata (HRTA) di idA dengan Prospek Stabil
Berdasarkan data pergerakan harga harga, emas berhasil catatkan kenaikan rata-rata per tahun mencapai 8% dalam mata uang dollar AS dan sebanyak 11% dalam mata uang Rupiah untuk kurun waktu 2017 hingga 2023.
Selain factor penguatan harga emas, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, HRTA tedorong aksi besar perseroan untuk meningkatkan pangsa pasar dari 7,5% tahun 2017 menjadi 18,5% pada 2023. Kenaikan tersebut didukung kenaikan rata-rata volume penjualan emas perhiasan perseroan mencapai 19,6% per tahun. Angka tersebut jauh di atas industry yang masih melemah. Perseroan juga mulai gencar ekspor emas perhiasan sejak 2023.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan pertumbuhan volume penjualan emas perhiasan perseroan tahun 2023-2026 berkisar 13,3% per tahun. Penyumbang terbesar berasal dari penjualan emas murni 65-72%. Sedangkan rata-rata kenaikan harga jual emas untuk kurun waktu 2023-2026 berkisar 8% per tahun.
Perseroan juga telah bekerja sama dengan Swarovski untuk meluncurkan bran berlian baru dengan desain unik. HRTA juga gencar mempromosikan penjualan emas melalui EMASKU. “Dengan sejumlah aksi tersebut, kami memperkirakan rata-rata pertumbuhan laba bersih tahunan perseroan mencapai 28% pada 2023-2026,” tulisnya.
Baca Juga
Hartadinata Abadi (HRTA) Bidik Kenaikan Pendapatan 48% Tahun Ini
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 395 miliar tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 306 miliar dan diharapkan meningkat menjadi Rp 478 miliar pada 2025. Sedangkan pendapatan perseroan diprediksi meningkat menjadi Rp 17,38 triliun tahun ini dan menjadi Rp 19,74 triliun pada 2025, dibandingkan tahun 2023 senilai Rp 12,85 triliun.
Berbagai factor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham HRTA dengan target harga Rp 600 per saham. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan PE tahun 2025 sekitar 5,8 kali. “Kami menilai HRTA akan menjadi emiten yang paling diuntungkan dari kenaikan harga jual emas saat ini, karena mendominasi penjualan ritel,” terangnya.
Grafik Saham HRTA

