TBS Energi (TOBA) Bersiap RUPS Besok, Dividen, Buyback, dan Rights Issue Jadi Sorotan Investor
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) bersiap menggelar rapat umum pemegang saham tahunan dan luar biasa (RUPST/LB) besok atau Kamis (16/4/2026) dengan tiga agenda penting. Pembahasan tiga dari 10 agenda besok merupakan keputusan yang ditunggu-tunggu investor.
Ketujuh agenda tersebut terdiri atas persetujuan laporan keuangan tahun 2025, persetujuan penggunaan saldo laba perseroan yang berakhir tahun 2025, persetujuan atas penunjukan akuntan public, persetujuan atas tunjangan dewan komisaris dan direksi.
RUPS tersebut juga membahas persetujuan perubahan susunan pengurus TOBA, persetujuan pelaksanaan program MSOP, dan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum berkalanjutan.
Baca Juga
Adapun RUPSLB TOBA mengagendakan persetujuan pemenuhan persyaratan KBLI yang menyesuaikan kegiatan usaha perseroan, persetujuan pembelian kembali atau buyback saham, persetujuan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebayank 1,39 miliar saham.
Dari 10 agenda RUPST/LB tersebut, tiga agenda penting penggunaan laba ditahan menjadi dividen, pembelian kembali (buyback) saham, serta rights issue, menjadi keputusan yang ditunggu-tunggu pemodal. Tiga agenda tersebut bisa menjadi katalis positif terhadap saham TOBA.
Sebagaimana diketahui RUPST/LB yang bakal digelar digelar di Financial Hall, Graha CIMB Niaga tersebut, bagian dari transformasi bisnis perseroan dari energi konvensional menuju sektor hijau, termasuk pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan ekosistem kendaraan listrik.
Menari bagi Investor
Analis BRI Danareksa Sekuritas Andhika Audrey sebelumnya mengatakan bahwa strategi tersebut menarik bagi investor. Ia menyebut penggunaan saldo laba untuk dividen dan buyback dapat meningkatkan nilai bagi pemegang saham, sementara rights issue menjadi fondasi penguatan modal untuk ekspansi jangka menengah dan panjang.
Menurut Andhika, penggabungan tiga agenda besar dalam satu waktu juga mencerminkan langkah efisiensi yang tepat. Meski TOBA mencatatkan rugi bersih pada 2025 akibat dampak non-kas dan akuntansi dari divestasi PLTU, Andhika tetap optimistis terhadap potensi pembagian dividen tahun ini.
Baca Juga
TBS Energi (TOBA) Gelar RUPS 16 April 2026, Rights Issue, Buyback, dan Dividen Jadi Sorotan
“Secara historis TOBA adalah emiten yang rutin membagikan dividen. Meskipun ada kerugian non-kas karena transisi aset ke bisnis hijau, saldo laba tetap positif dari keuntungan tahun-tahun sebelumnya. Ini menunjukkan fundamental bisnis TOBA tetap kuat,” ujarnya.
Secara keuangan, meski mencatatkan kerugian non-kas, TOBA masih membukukan EBITDA disesuaikan yang positif. Saldo kas perseroan tercatat sebesar US$ 102,3 juta, meningkat 15% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dia mengatakan, transformasi bisnis menuju sektor hijau mulai memberikan kontribusi signifikan. Pendapatan dari bisnis berkelanjutan melonjak 738% secara tahunan menjadi US$ 164,1 juta pada 2025, dengan kontribusi terbesar berasal dari pengelolaan limbah sebesar 41% dari total pendapatan.
Baca Juga
Wall Street Reli Dipicu Optimisme Baru Kesepakatan AS-Iran, Dow Melonjak Lebih 300 Poin
Pandangan serupa disampaikan analis MNC Sekuritas, Raka Junico. Ia menilai buyback saham menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kepercayaan pasar. “Ini menunjukkan keyakinan manajemen bahwa harga saham saat ini belum mencerminkan valuasi wajar perusahaan,” kata Raka.
Ia juga menyebut kombinasi dividen dan buyback sebagai “combo booster” bagi investor, karena memberikan arus kas langsung sekaligus menciptakan permintaan di pasar saham. Sementara itu, rights issue dinilai membuka peluang masuknya investor strategis. “Skema rights issue bisa memfasilitasi investor strategis untuk ambil bagian dalam pertumbuhan jangka panjang perusahaan,” tambahnya.

