Wall Street Reli Dipicu Optimisme Baru Kesepakatan AS-Iran, Dow Melonjak Lebih 300 Poin
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Bursa saham Amerika Serikat kembali mencatat penguatan pada Selasa waktu AS atau Rabu (15/4/2026) WIB. Wall Street memperpanjang reli dua hari berturut-turut di tengah optimisme bahwa kesepakatan antara Washington dan Teheran masih mungkin tercapai.
Indeks S&P 500 naik 1,18% ke level 6.967,38, hanya terpaut kurang dari 1% dari rekor tertinggi 52 minggu. Dow Jones Industrial Average menguat 317,74 poin atau 0,66% menjadi 48.535,99, sementara Nasdaq Composite melonjak 1,96% ke 23.639,08.
Baca Juga
Wall Street Bangkit Ditopang Saham Teknologi, S&P 500 dan Nasdaq Melesat di Atas 1%
Penguatan pasar dipimpin oleh saham teknologi. Oracle melonjak 4,7% setelah sebelumnya mencatat kenaikan signifikan. Saham Nvidia dan Palantir Technologies juga ditutup di zona hijau.
Ketahanan Wall Street terlihat jelas meski perundingan AS-Iran mengalami kebuntuan pada akhir pekan lalu. Presiden Donald Trump bahkan menyebut bahwa pihak Iran masih menunjukkan minat kuat untuk mencapai kesepakatan.
Seorang pejabat Gedung Putih kembali mengonfirmasi kepada CNBC bahwa diskusi untuk putaran negosiasi kedua sedang berlangsung, meski belum dijadwalkan secara resmi.
Sementara itu, harga minyak yang sebelumnya melonjak kini berbalik turun, turut mendukung sentimen pasar. WTI jatuh 7,87% ke USD91,28 per barel, sedangkan Brent turun 4,6% ke USD94,79.
Dari sisi makroekonomi, data indeks harga produsen (PPI) Maret yang lebih rendah dari perkiraan turut memperkuat sentimen positif.
Namun, tidak semua saham bergerak naik. Wells Fargo turun lebih dari 5% setelah laporan keuangan mengecewakan. Sementara JPMorgan Chase mencatat laba di atas ekspektasi, tetapi menurunkan proyeksi pendapatan bunga bersih, sehingga sahamnya melemah tipis.
Menurut analis Baird, Ross Mayfield, pasar saat ini telah mengantisipasi risiko konflik Iran, sehingga potensi penurunan lanjutan dinilai terbatas.
“Saya tidak ingin mengesampingkan kemungkinan adanya eskalasi ulang dan penurunan lebih lanjut dari sini, tetapi saya pikir itu tidak mungkin. Saya pikir pasar sudah memperhitungkan tingkat kecemasan tertentu tentang Iran,” kata Ross Mayfield, ahli strategi investasi Baird, dikutip CNBC. Pasar, menurut dia, tampaknya kembali mendekati level tertinggi sepanjang masa dengan insentif dan latar belakang posisi yang jauh lebih baik, setelah musim pendapatan yang seharusnya memfasilitasi beberapa optimisme.
Baca Juga
Bursa Eropa Menghijau, Optimisme Diplomasi AS-Iran Angkat Sentimen Pasar

