Rosan: Geopolitik Memanas, Indonesia Justru Jadi Magnet Investasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menegaskan bahwa daya tarik investasi Indonesia tetap kokoh di tengah memanasnya tensi geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah antara Iran dan Israel. Indonesia dinilai berhasil memposisikan diri sebagai negara yang stabil secara politik dan keamanan.
Menurut Rosan, meski gejolak global berpotensi mengganggu rantai pasok ekonomi dunia, Indonesia justru melihat adanya peluang besar. Hal ini didorong posisi diplomasi Indonesia yang netral dan terbuka bagi semua pihak.
Baca Juga
Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung Gegara Prediksi Pertumbuhan RI 'Hanya' 4,7% di 2026
"Walaupun di tengah tantangan meningkatnya geopolitik maupun geo-ekonomi akhir-akhir ini, justru kita melihat bahwa kesempatan selalu terbuka," ujar Rosan dalam rapat kerja bersama Komisi XII di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Rosan menjelaskan kebijakan luar negeri non-alignment atau non-blok yang dijalankan pemerintah membuat Indonesia diterima berbagai kekuatan besar dunia. Ia mencontohkan aktivitas diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang merangkul blok Barat maupun Timur sebagai bukti nyata kepercayaan internasional.
"Keberadaan kita bisa dilihat dari kunjungan Bapak Presiden ke berbagai negara, baik ke Amerika Serikat, negara-negara Barat, China, hingga Rusia. Semuanya menerima kita secara terbuka," tuturnya.
Ia menyebut, saat ini Presiden sedang melakukan kunjungan kerja di Rusia.
Sementara itu tensi tinggi di Timur Tengah ternyata membuat para pemodal mulai mencari alternatif negara yang lebih aman untuk komitmen jangka panjang. Rosan mengungkapkan, banyak investor yang biasanya bergerak di kawasan Timur Tengah kini mulai intens menjalin komunikasi dengan pemerintah Indonesia.
Baca Juga
BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Sebesar 5,2%
"Para investor yang melalui negara-negara Timur Tengah ini berbicara secara intensif kepada kami. Mereka melihat Indonesia menjadi lebih menarik karena kita menawarkan stabilitas," kata Rosan.
Ia menambahkan, bagi investor global, aspek perdamaian dan keamanan (peace and stability) adalah syarat mutlak dalam menanamkan modal. Indonesia dianggap berhasil menjaga iklim investasi tetap kondusif di tengah ketidakpastian dunia.
"Kepentingan stabilitas itu menjadi hal yang sangat penting. Indonesia telah membuktikan bahwa kita mampu menjaga stabilitas sebagai prioritas utama bagi iklim investasi," pungkasnya.

