Ini Alasan Indonesia Masih Jadi Magnet Investasi 'Data Center' Asing
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia dinilai masih menjadi magnet investasi data center asing seiring lonjakan kebutuhan digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Permintaan infrastruktur berdaya tinggi yang terus meningkat dari berbagai sektor industri menjadi pemicunya.
President Director Equinix Indonesia Haris Izmee mengatakan adopsi AI mendorong perubahan signifikan pada kebutuhan daya data center. “Kalau 2025 dan sebelumnya power density per kabinet itu rata-rata 2 sampai 3 kilowatt, sekarang trennya sudah di atas 10 kilowatt,” ujarnya di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, peningkatan tersebut dipicu oleh penggunaan AI dan analitik yang semakin masif. Ke depan, kebutuhan daya berpotensi melonjak hingga level yang jauh lebih tinggi. “Kalau use case AI itu makin banyak, power density per kabinet bisa naik lagi, secara kasar mungkin 30 kilowatt ke atas,” jelas Haris.
Baca Juga
Emiten Putri Hashim Djojohadikusumo (TRIN) Diversifikasi ke Sektor Logistik hingga Data Center
Selain peningkatan daya, Equinix, perusahaan infrastruktur digital, mencatat pergeseran arsitektur ketahanan sistem. Model disaster recovery perlahan bergeser ke active-active infrastructure yang memungkinkan dua lokasi data center aktif bersamaan.
Namun, dia menyebut sektor, seperti perbankan dan finansial di Indonesia masih banyak menggunakan skema core dan backup karena tuntutan regulasi. Faktor lain yang memperkuat investasi data center adalah isu data sovereignty dan data residency. Hampir seluruh pelanggan kini ingin memastikan data tetap berada di Indonesia, meski mengakses fitur AI dan keamanan dari cloud global.
“Hampir semua customer yang kami temui bertanya bagaimana datanya tetap di Indonesia, tapi bisa pakai fitur AI dan security yang tidak tersedia di dalam negeri,” kata Haris.
Dari sisi teknologi, Equinix melihat pergeseran AI dari tahap pelatihan ke penggunaan nyata atau inference. Tren ini membuat kebutuhan infrastruktur AI semakin dekat dengan pengguna akhir. “Akan ada banyak AI inference yang terjadi di negara seperti Indonesia,” ujar Haris.
Menurutnya, model ini sudah terlihat di luar negeri dan berpotensi berkembang pesat di pasar domestik.
Baca Juga
Kebutuhan AI Meningkat, Equinix Jamin Data Center Berdaya Tinggi di Indonesia
Tren lain yang menguat adalah hybrid multi-cloud, yakni kombinasi on-premise dan multi-cloud. “Multi-cloud sekarang sudah jadi hal yang normal di Indonesia,” kata Haris.
Equinix pun menilai prospek investasi data center di Indonesia masih sangat menjanjikan. Perusahaan mengaku menargetkan pertumbuhan dua kali lipat pada kapasitas data center JK1 yang berada di Jakarta.

