Geopolitik Memanas, tapi Harga Emas Antam (ANTM) Justru Turun
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Jumat (13/3/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 3,021 juta atau turun Rp 21.000 dari Kamis (12/3/2026) Rp 3,042 juta per gram setelah dolar AS menguat dan harapan penurunan suku bunga memudar. Tekanan juga datang dari kekhawatiran inflasi di tengah eskalasi konflik Iran yang mengganggu pasokan energi di Timur Tengah.
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,783 juta atau turun Rp 21.000 dari sebelumnya Rp 2,804 juta.
Baca Juga
Harga Emas Turun Efek Penguatan Dolar dan Drama Timur Tengah
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang turun lebih 1% pada Kamis (13/3/2026). Harga emas spot turun 1,1% menjadi US$ 5.118,16 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup 1% lebih rendah di level US$ 5.125,80.
Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan logam mulia tersebut. Mata uang AS sering dianggap sebagai aset safe-haven yang bersaing dengan emas. Ketika dolar menguat, emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain sehingga permintaan global cenderung melemah.
Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah meningkat setelah dua kapal tanker terbakar di perairan Irak dalam serangkaian serangan yang dikaitkan dengan Iran. Insiden tersebut mengganggu pasokan energi regional dan mendorong lonjakan harga minyak pada hari yang sama.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) 12 Maret 2026 Turun, 'Buyback' Rp 2,804 Juta
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei menegaskan negaranya akan membalas serangan terhadap warganya. Ia juga menyatakan kemungkinan menutup Selat Hormuz serta menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Lonjakan harga minyak biasanya meningkatkan tekanan inflasi karena biaya transportasi dan produksi menjadi lebih mahal. Dalam kondisi seperti itu, emas kerap dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, suku bunga tinggi membuat aset berbunga, seperti obligasi menjadi lebih menarik dibanding emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Salah satu faktor pendukung tersebut terlihat dari aktivitas bank sentral. Bank sentral Chili mencatat pembelian emas besar pertamanya setidaknya sejak tahun 2000. Pada Februari, lembaga tersebut meningkatkan cadangan emasnya menjadi US$ 1,108 miliar atau sekitar Rp 17,2 triliun, naik tajam dari US$ 42 juta atau sekitar Rp 652 miliar pada Januari.
Dengan kenaikan tersebut, emas kini setara dengan 2,2% dari total cadangan devisa negara tersebut.
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,560 juta
- Emas 1 gram: Rp 3,021 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,982 juta
- Emas 3 gram: Rp 8,948 juta
- Emas 5 gram: Rp 14,880 juta
- Emas 10 gram: Rp 29,705 juta
- Emas 25 gram: Rp 74,137 juta
- Emas 50 gram: Rp 148,195 juta
- Emas 100 gram: Rp 296,312 juta
- Emas 250 gram: Rp 740,515 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,480,820 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,961,600 miliar.

