Indonesia Disebut Jadi Magnet Baru Investasi Energi di Asia Tenggara
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia dinilai berada di pusat transformasi energi kawasan, seiring posisinya sebagai pasar energi terbesar di Asia Tenggara dan meningkatnya kebutuhan listrik dalam beberapa tahun ke depan.
Permintaan listrik nasional diperkirakan terus tumbuh stabil hingga 2030, didorong oleh ekspansi sektor industri serta pertumbuhan ekonomi digital yang kian agresif. Kondisi ini membuka ruang besar bagi pengembangan infrastruktur energi dalam skala masif.
Vice Chair 1 Organizing Committee of Electricity Connect 2026 Noesita Indriani mengungkapkan, Indonesia saat ini tidak hanya menjadi pasar, tapi juga pemain kunci dalam pembentukan lanskap energi nasional.
“Sebagai pasar energi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menghadirkan salah satu peluang paling signifikan untuk pengembangan energi di kawasan ini,” ujarnya, dalam sambutannya dalam launching Electricity Connect 2026, di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Baca Juga
Pastikan Pasokan Aman di Tengah Konflik Global, Pertamina Imbau Warga Bijak Gunakan Energi
Di lain sisi, pemerintah tengah mendorong pengembangan kapasitas energi baru dengan target penambahan lebih dari 69 gigawatt. Proyek ambisius ini diperkirakan membuka peluang investasi hingga lebih dari US$ 180 miliar.
Menurut Noesita, momentum itu menjadi sinyal kuat bagi investor global untuk masuk ke sektor energi di Indonesia, terutama pada pengembangan energi terbarukan, sistem penyimpanan energi, serta penguatan infrastruktur jaringan.
“Permintaan listrik diproyeksikan akan terus tumbuh stabil hingga tahun 2030, didukung oleh ekspansi industri yang kuat dan pertumbuhan pesat ekonomi digital,” katanya.
Baca Juga
Energi Masa Depan, RI Buka Investasi Rusia untuk Infrastruktur Strategis Nasional
Selain itu, perluasan jaringan transmisi dan meningkatnya kebutuhan energi dari pusat data turut memperkuat posisi strategis Indonesia. Perkembangan teknologi baru di sektor energi juga dinilai akan semakin mempercepat transformasi tersebut.
“Ini bukan sekadar proyeksi, ini adalah peluang nyata untuk investasi, inovasi, dan kolaborasi lebih lanjut,” ucap Noesita.

