Pemerintah Tahan Kenaikan Biaya Haji, Beban Rp 1,77 Triliun Ditanggung APBN
JAKARTA, investortrust.id - Kenaikan harga Avtur membuat biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) berpotensi naik. Sebagai langkah antisipatif, pemerintah mengucurkan anggaran Rp 1,77 triliun dari APBN untuk menanggung kekurangan Bipih sebanyak 220.000 jemaah haji
"Jadi tidak ada kenaikan biaya haji dan ini diabsorpsi untuk 220.000 jemaah haji dan angkanya anggaran Rp 1,77 triliun dibebankan kepada APBN. Dengan demikian tidak ada dampak bagi para peserta jemaah haji," kata Airlangga seusai menghadiri raker pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga
Presiden Prabowo Instruksikan APBN Tutupi Rp1,77 Triliun Kenaikan Biaya Haji 2026
Saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Menteri Menteri Haji dan Umrah, M Irfan Yusuf menyebut maskapai Garuda mengusulkan tambahan Rp 7,9 juta per jemaah pada harga avtur 116 US$ cent per liter.
Sementara Saudia Airlines melalui surat Nomor 11732247/115 per 1 April 2026 mengusulkan tambahan sebesar US$ 480 per jemaah pada harga avtur 137,4 US$ cent per liter. Dengan demikian, biaya rata-rata per jemaah naik sekitar Rp 46,9 juta hingga Rp 50,8 juta imbas dari kenaikan harga avtur.
“Dalam skenario tanpa perubahan rute, biaya rata-rata per jemaah naik menjadi sekitar Rp 46,9 juta atau meningkat 39,85%. Sementara pada skenario perubahan rute, biaya meningkat lebih tinggi menjadi sekitar Rp 50,8 juta atau naik hingga 61,48%,” kata Irfan di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Irfan mengungkapkan potensi kenaikan biaya penerbangan haji 2026 akibat dinamika global, termasuk situasi geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga avtur, dan lonjakan premi asuransi war risk.
“Pada penetapan BPIH 2026, biaya rata-rata penerbangan haji per jamaah berada di kisaran Rp 33,5 juta. Namun, kenaikan harga avtur global, lonjakan premium asuransi war risk, serta pelemahan biaya tukar, biaya tersebut meningkat signifikan,” kata dia.
Baca Juga
Pemerintah Pastikan Biaya Haji 2026 Turun Rp2 Juta meski Harga Avtur Dunia Naik
Ia menjelaskan, kondisi politik memungkinkan rerouting penerbangan untuk menghindari wilayah udara konflik. Menurutnya, maskapai Garuda Indonesia harus menggunakan rute alternatif yang berdampak pada waktu tempuh dan konsumsi bahan bakar.
“Garuda Indonesia rute alternatif menyebabkan penambahan waktu perjalanan sekitar 4 jam, serta penambahan konsumsi avtur sekitar 12.000 ton,” papar Irfan.

