Menteri PU Optimistis Efisiensi Anggaran 2026 Rp 130 Triliun Tak Ganggu Pembangunan Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo optimistis rencana efisiensi anggaran hingga Rp 130,2 triliun pada APBN 2026 tidak akan mengganggu pembangunan infrastruktur nasional.
Dody menyatakan, pihaknya akan mengikuti arahan pemerintah terkait kebijakan refocusing anggaran yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto beberapa waktu lalu.
“Sementara sih belum diomongin ya, tapi kita bakal ikut arahan. Kita kan ‘pembantu’ umum, kita harus ikut arahan,” kata dia saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (2/4/2026).
Ia menilai kebijakan efisiensi anggaran tidak akan mengganggu program kerja kementeriannya. Menurut Dody, pengalaman efisiensi anggaran pada tahun sebelumnya menjadi bekal bagi pelaksanaan program pembangunan.
“Insyaallah nggak (mengganggu jalannya program kerja tahun anggaran 2026). Kita 2025 sudah pengalaman itu. Wah, kamu lupa ya, kamu meremehkan saya. Di 2025 itu sudah ada pengalaman kita,” tegas dia.
Baca Juga
Airlangga Ungkap Refocusing Belanja K/L Berpotensi Selamatkan Anggaran Rp 130,2 Triliun
Sebelumnya, Airlangga menyampaikan pemerintah akan melakukan prioritisasi dan refocusing belanja kementerian dan lembaga guna meningkatkan efektivitas belanja negara.
“Pengalihan anggaran dilakukan dari belanja yang kurang prioritas seperti perjalanan dinas, rapat, belanja non-operasional, dan kegiatan seremonial. Ini menuju belanja yang lebih produktif dan berdampak langsung kepada masyarakat termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatra,” ujar Airlangga dalam keterangannya di Seoul, Republik Korea, secara daring pada Selasa (31/3/2026).
Dia juga menyebut, potensi prioritisasi dan refocusing anggaran berada pada kisaran Rp 121,2 triliun hingga Rp 130,2 triliun. “Potensi prioritisasi dan refocusing anggaran kementerian dan lembaga ini dalam range Rp 121,2 triliun hingga Rp 130,2 triliun,” ungkap Airlangga.
Sekadar catatan, realisasi anggaran Kementerian PU sepanjang 2025 mencapai 95,23% atau setara Rp 106,78 triliun dari total pagu efektif Rp 112,13 triliun.
“Berdasarkan Pagu Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) efektif sebesar Rp112,13 triliun, per akhir Desember 2025 realisasi anggaran mencapai 95,23%, sementara pencapaian fisik mencapai 95,17%,” kata Dody dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR, dipantau melalui siaran TV Parlemen, Rabu (4/2/2026).
Dody menambahkan, tingkat penyerapan anggaran tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian Kementerian PU pada Tahun Anggaran 2024. “Penyerapan ini sedikit lebih tinggi sekitar 1,43% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 93,8%,” ucap dia.
Hal ini mencerminkan, meski adanya efisiensi melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025, tak menghalangi pekerjaan proyek infrastruktur yang termaktub dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

