Kebut Rekonstruksi Efisiensi Anggaran, Pagu Anggaran Ombudsman, BKN dan LAN Tak Jadi Turun Drastis
JAKARTA, investortrust.id - Rekonstruksi anggaran yang dilakukan Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (DJA Kemenkeu) membuat sejumlah lembaga pemerintahan tak mengalami penurunan pagu anggaran secara drastis. Laporan pimpinan kementerian/lembaga (K/L) di Komisi II DPR menunjukkan proses rekonstruksi membuat efisiensi yang dihasilkan tidak tinggi.
Ketua Ombudsman Mokhammad Najih mengatakan awalnya efisiensi yang dialami lembaganya sebesar Rp 103 miliar dari pagu anggaran Rp 225, 59 miliar. Setelah mengalami rekonstruksi anggaran, efisiensi hanya mencapai Rp 91,6 miliar.
“Rekonstruksi berdasarkan DJA pada tanggal 11 Februari 2025 pukul 22.00 WIB, rekonstruksi efisiensi sebesar Rp 91,6 miliar atau 35,84%” kata Najih, di Komisi II DPR, Jakarta, Rabu (12/2/2025).
Sehingga, menurutnya, pagu efektif termasuk belanja pegawai dan dukungan manajemen tersisa sebesar Rp 163,99 miliar. Meski pemangkasan tak besar, Najih meminta dukungan dari Komisi II untuk menambah dukungan manajemen.
“Ini untuk menjalankan tugas utama Ombudsman, yaitu penyelesaian laporan masyarakat dan opini pengawasan yang belum ada anggaran yang mencukupi,” kata dia.
Baca Juga
Temuan Ombudsman Bisa Jadi Pintu Masuk Usut Pidana Pagar Laut
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan efisiensi badan yang dia pimpin juga mengalami rekonstruksi. Besaran efisiensi yang awalnya Rp 285,29 miliar atau 35,73% dari pagu anggaran berubah menjadi Rp 195,1 miliar. Sehingga, sisa pagu setelah rekonstruksi sebesar Rp 603,24 miliar.
“Sisa pagu yang kita bisa pakai secara optimal yaitu 75,57%” kata Zudan.
Zudan mengatakan pemangkasan anggaran yang dilakukan kantornya menyasar pada perjalanan dinas, jasa konsultan, dan pemeliharaan, serta belanja modal selain Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Total sepuluh komponen yang mengalami efisiensi tersebut mencapai Rp 195,1 miliar.
“Kita siap melakukan secara optimal (anggaran yang ada) agar kinerja tetap tinggi,” ucap dia.
Lembaga lain yang mendapatkan rekonstruksi atas efisiensi anggaran yaitu Lembaga Administrasi Negara (LAN). Plh Kepala LAN Muhammad Taufiq menyatakan efisiensi di lembaganya semula sebesar Rp 105,9 miliar menjadi Rp 91,4 miliar dari total pagu anggaran Rp 328,48 miliar. Dalam dokumen yang disajikan ke Komisi II DPR, proses pengesahan efisiensi anggaran pascarekonstruksi terjadi pada Senin (11/2/2025) pukul 22.24 WIB.
“Berdasarkan pemutakhiran data yang disampaikan oleh DJA Kemenkeu pada 11 Februari hasil rekonstruksi efisiensi LAN menjadi Rp 91,4 miliar. Dengan demikian, pagu LAN menjadi Rp 237,08 miliar,” kata Taufiq.
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda mengatakan konsultasi efisiensi anggaran pascarekonstruksi dengan mitra ini dilakukan berdasarkan Surat Pimpinan DPR nomor B/2157/PW.11.01/2/2025 tanggal 7 Februari 2025 yang ditandatangani Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Melalui surat tersebut, komisi di DPR diminta untuk mengesahkan anggaran APBN 2025 hasil rekonstruksi.
“Perlu saya sampaikan ke beberapa anggota dan rekan-rekan komisi yang saya hormati, bahwa pemerintah sampai dengan detik ini masih melakukan rekonstruksi anggaran secara bergiliran antar K/L,” ucap Rifqi.

