Airlangga Pamer Keberhasilan Prabowo Tekan Tarif 0% ke Eropa, Buka Peluang Ekspor 10 Kali Lipat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka memperkuat diplomasi ekonomi global. Ia menambahkan, langkah ini didorong guna memperluas akses pasar ekspor nasional.
Airlangga menyampaikan Indonesia kini membuka akses ke hampir seluruh pasar utama dunia. Ia menyebut salah satu capaian penting adalah kesepakatan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), yang akan membuat tarif produk Indonesia ke Uni Eropa menjadi 0% mulai 2027.
“Akses ini membuka pasar sebesar 14,7% PDB global bagi Indonesia,” kata Airlangga dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Baca Juga
Airlangga Pastikan Ekonomi Indonesia Siap 'Take Off', Dua Mesin Ini Jadi Andalan
Selain dengan Uni Eropa, Indonesia juga menjalin Indonesia-Canada CEPA, kerja sama dengan Eurasian Economic Union (EAEU), serta kemitraan pertumbuhan ekonomi dengan Inggris sebagai langkah awal menuju perjanjian perdagangan bebas. Kesepakatan dengan Amerika Serikat juga disebut segera ditandatangani.
Ia mencontohkan sektor tekstil yang berpotensi meningkat hingga 10 kali lipat dalam 10 tahun ke depan apabila seluruh akses pasar terbuka optimal. Dampaknya, peluang penciptaan lapangan kerja akan semakin besar.
Baca Juga
Prabowo Puji Airlangga dan Tim Ekonomi: Baru Setahun Bekerja, Sudah Banyak Capaian
Di sisi domestik, kinerja ekonomi 2025 menunjukkan fondasi yang kuat. Tingkat kemiskinan turun menjadi 8,25%, rasio gini membaik ke 0,36, dan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,74% dengan tambahan 2,71 juta tenaga kerja terserap.
“Dengan landasan investasi yang kuat, birokrasi yang sederhana, dan kepastian hukum, kita optimistis Indonesia bisa lepas landas menuju negara maju,” kata Airlangga.
Ia menegaskan, kombinasi reformasi struktural dan perluasan pasar global menjadi kunci agar transformasi ekonomi nasional berjalan inklusif dan berkelanjutan.

