Airlangga Pastikan Ekonomi Indonesia Siap 'Take Off', Dua Mesin Ini Jadi Andalan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah melalui Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan kembali target pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8% dalam beberapa tahun ke depan.
Untuk mencapai target ambisius tersebut, Airlangga Hartarto menegaskan pentingnya reformasi struktural dan penguatan mesin pertumbuhan baru, termasuk optimalisasi pembiayaan non-APBN melalui Danantara.
Dalam paparannya pada Indonesian Economic Outlook 2026, Airlangga mengibaratkan ekonomi Indonesia seperti pesawat yang bersiap take off.
“Kita pernah hampir take off pada 1998, tetapi terganggu gejolak internasional. Sekarang kita siapkan mesin produksi agar dalam dua tahun ke depan benar-benar bisa lepas landas,” katanya dalam paparan di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Baca Juga
Airlangga: MBG hingga Program 3 Juta Rumah Jadi Katalis Pertumbuhan Ekonomi 2026
Menurutnya, mesin pertumbuhan tersebut terdiri atas belanja pemerintah, investasi swasta, serta pembiayaan inovatif melalui Danantara. Pemerintah juga mendorong kebijakan yang terprediksi, pendalaman sektor keuangan, dan penguatan pasar modal.
Ia mengungkapkan sejumlah agenda reformasi pasar modal, antara lain peningkatan porsi saham beredar di publik (free float) dari 7,5% menjadi 15% untuk meningkatkan likuiditas. Selain itu, batas investasi dana pensiun dan asuransi di saham berkualitas seperti LQ45 dinaikkan dari 10% menjadi 20%.
“Pasar modal menjadi window keuangan dan saat ini sudah kembali rebound dan stabil,” kata Airlangga.
Baca Juga
Kadin Optimistis Industri Galangan Kapal Siap Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru
Untuk 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan 5,4% dengan potensi hingga 5,6%. Sektor prioritas meliputi pertanian, manufaktur, digital, dan energi. Implementasi program prioritas Presiden seperti makan bergizi gratis, operasi desa merah putih, dan program 3 juta rumah diharapkan menjadi sumber pertumbuhan baru yang menyerap tenaga kerja luas.
Airlangga menekankan bahwa investasi, penyederhanaan birokrasi, serta penegakan hukum menjadi fondasi agar Indonesia mampu mencapai lompatan pertumbuhan yang berkelanjutan.

