BI Masih Berupaya Turunkan Suku Bunga Kredit Perbankan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) memastikan transmisi penurunan suku bunga kebijakan terhadap suku bunga perbankan terus berlanjut, baik suku bunga dana dan suku bunga kredit.
BI mencatat suku bunga deposito 1 bulan turun sebesar 56 basis poin (bps) dari 4,81% pada awal 2025 menjadi 4,25% pada Desember 2025.
“Meskipun upaya lanjutan perlu terus dilakukan untuk penurunan pemberian special rate kepada deposan besar,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo, saat pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, yang digelar daring, Rabu (21/1/2026).
Dengan penurunan suku bunga dana tersebut, suku bunga kredit perbankan mulai menurun, yaitu sebesar 39 bps dari 9,20% pada awal 2025 menjadi sebesar 8,81% pada Desember 2025.
Baca Juga
Baru 17 Hari, BI Akui Insentif KLM untuk Penurunan Suku Bunga Perbankan Belum Optimal
“Ke depan, upaya penurunan suku bunga dana dan kredit perbankan masih perlu terus ditingkatkan agar dapat mendorong pertumbuhan kredit lebih tinggi guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.” kata dia.
Implementasi penguatan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang berlaku pada 16 Desember 2025 diarahkan untuk mempercepat penurunan suku bunga kredit/pembiayaan perbankan, melalui peningkatan besaran insentif bagi bank yang lebih cepat menurunkan suku bunga kredit baru sejalan dengan penurunan suku bunga kebijakan Bank Indonesia.
Hingga pekan pertama Januari 2026, total insentif KLM mencapai Rp 397,9 triliun, yang disalurkan kepada kelompok bank BUMN sebesar Rp 182,9 triliun, BUSN sebesar Rp 174,7 triliun, BPD sebesar Rp 33,1 triliun, dan KCBA sebesar Rp 7,2 triliun.
Secara sektoral, insentif KLM disalurkan kepada sektor-sektor prioritas yang mencakup sektor pertanian, industri, dan hilirisasi, sektor jasa termasuk ekonomi kreatif, sektor konstruksi, real estate, dan perumahan, serta sektor UMKM, koperasi, Inklusi, dan berkelanjutan.

