Berupaya Pertahankan Posisi 1 Market Leadership, Allianz Life Syariah Bidik Kelas Menengah
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Life Syariah Indonesia) berkomitmen mempertahankan posisinya sebagai nomor satu dalam market leadership di segmen asuransi syariah nasional, salah satunya dengan memperluas penetrasi di segmen menengah.
Hal tersebut dikatakan President Director Allianz Life Syariah Indonesia Achmad K Permana kepada Investortrust di sela-sela malam penganugerahan Best Syariah 2024 yang diselenggarakan investortrust.id bekerja sama dengan Infovesta di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (25/9/2024).
“Sesuai keberadaannya untuk syariah, kita harus masuk ke segmen menengah,” ujarnya.
Baca Juga
Allianz Life Syariah Sabet Best Insurance Syariah Awards 2024
Karena menurut Permana, saat ini banyak asuransi syariah yang hanya menggarap segmen atas saja. Sehingga segmen menengah belum terlayani dengan optimal, padahal di segmen ini juga membutuhkan proteksi asuransi yang memadai.
President Director Allianz Life Syariah Indonesia Achmad K Permana (kanan), menerima penghargaan dari Anggota Dewan Juri dan Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia Rudy Kamdani pada Investortrust Best Sharia Awards 2024 di Jakarta, Rabu, (25/9/2024). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa
Dalam menggarap kelas menengah, lanjutnya, Allianz Life Syariah tentu menerapkan digitalisasi dalam proses bisnisnya. Karena segmen tersebut bisa dibilang memiliki ticket size yang tidak besar.
“Harus dengan digital, karena ada kemudahan dalam proses, kemudahan juga dalam melakukan akuisisi, juga efisiensi dari sisi perusahaan. Mungkin kelebihan dari Allianz itu kita grup besar dan kita punya investor yang cukup strong untuk bisa melakukan itu,” kata Permana.
Baca Juga
Prospek Masih Cerah, Unit link Allianz dan Allianz Syariah Kehadiran Rider Baru
Sekadar informasi, jika melirik laporan keuangan publikasi Allianz Life Syariah di website, perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan premi atau kontribusi sebesar 19,52% dari Rp 1,34 triliun pada 2022 menjadi Rp 1,60 triliun di tahun lalu.
Di sisi bersamaan, rasio solvabilitasnya juga terjaga tercermin dari risk based capital (RBC) untuk dana tabarru dan dana tanahud berada di level 378%, sementara untuk dana perusahaan ada di angka 2.178%. Keduanya jauh diatas amban minimum yang telah ditentukan regulator yaitu 120%.

