Mendag Budi Pastikan Jaga Pasokan dan Stabilitas Harga Bahan Pokok Jelang Nataru
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok dan penting (bapokting) menjelang Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau Nataru.
"Kemendag mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, maupun asosiasi, untuk terus bersinergi dalam menjaga stabilitas harga, kecukupan pasokan, serta kelancaran distribusi jelang Nataru," ucap Mendag Budi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/12/2025).
Baca Juga
Bank Mandiri Siapkan Uang Tunai Rp 25 Triliun di Nataru, Naik 5,8%
Kemendag membuka ruang diskusi dengan para pelaku usaha dan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi serta mengatasi potensi kendala di lapangan. Mendag Busan mengungkapkan, kebutuhan bapok, baik dari sisi ketersediaan maupun harga, saat ini masih berada dalam kondisi relatif normal dan terkendali.
Mendag memastikan pasokan dan produksi bahan pokok mencukupi, termasuk untuk komoditas strategis seperti telur dan daging ayam yang dilaporkan berada dalam kondisi surplus. Namun, diperlukan langkah antisipatif, terutama terkait potensi gangguan akibat faktor cuaca seperti curah hujan yang dapat memengaruhi proses panen dan kualitas kesehatan produk.
“Pada prinsipnya kami mengarahkan pemerintah daerah apabila terjadi peningkatan harga atau kekurangan pasokan untuk langsung berkoordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pangan dan Kemendag. Namun, sampai sekarang kondisi bapok cukup terkendali dengan baik,” ungkapnya.
Khusus minyak goreng rakyat, Budi pemerintah mendorong penguatan peran badan usaha milik negara (BUMN) dalam distribusi Minyakita agar lebih efisien, merata, dan sesuai harga eceran tertinggi (HET). Di antaranya melalui revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 18 Tahun 2024.
"Khususnya minyak goreng rakyat, Minyakita, pemerintah mendorong agar minimal 35% distribusi Minyakita dilakukan melalui BUMN Pangan, yakni Bulog dan ID FOOD, guna memastikan harga penjualan sesuai HET dan pasokan lebih merata," terang Mendag Budi.
Baca Juga
Menhub Perintahkan Perhubungan Laut Siaga 24 Jam Hadapi Cuaca Ekstrem Jelang Nataru
Selain menjaga pasokan, Mendag Busan mendorong pertumbuhan daya beli masyarakat melalui berbagai program strategis, seperti penyelenggaraan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada 10-16 Desember 2025.
Program ini melibatkan lebih dari 1.000 UMKM, program Bina Diskon Nataru pada 18 Desember 2025–4 Januari 2026, serta Epic Sale sepanjang Desember 2025.
“Pada akhir tahun ini kita juga melakukan beberapa kegiatan yang bekerja sama dengan asosiasi, khususnya terkait dengan diskon akhir tahun. Diskon tersebut yaitu Harbolnas, Bina Diskon, dan Epic Sale. Khusus Epic Sale, diskon tidak hanya di ritel modern, ada juga diskon barang yang dijual di pasar rakyat,” tambah Mendag.

