Rupiah Awali Desember 2025 dengan Penguatan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal Desember 2025. Rupiah menguat 11 poin atau 0,07% di posisi Rp 16.664 per US$.
Penguatan juga terjadi terhadap sejumlah mata uang negara-negara di Asia. Yen Jepang misalnya menguat 0,4% terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia, dolar Singapura, dan baht Thailand juga menguat terapresiasi terhadap dolar AS. Ringgit menguat 0,04%, dolar Singapura menguat 0,08%, dan baht Thailand menguat 0,02%.
Sementara itu, yuan China dan rupee India melemah terhadap dolar AS. Rupee melemah -0,17% dan yuan melemah -0,01%.
Dolar AS tampak menguat terhadap dua mata uang utama dunia yaitu euro Uni Eropa dan poundsterling Britania Raya. Dolar AS menguat 0,01% terhadap euro dan 0,05% terhadap poundsterling.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro melihat indeks dolar AS atau DXY stabil pada kisaran 99,6 pada Jumat (28/11/2025). Meski menguat, DXY terlihat menurun sekitar 0,5% secara mingguan karena investor memproyeksikan pemangkasan suku bunga acuan oleh the Fed.
“Pasar kini memperkirakan sekitar 87% peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada Desember 2025,” kata Andry, Senin (1/12/2025).
Baca Juga
Pasar juga memproyeksikan pemangkasan akan terjadi pada tahun mendatang. The Fed diperkirakan setidaknya memangkas tiga kali suku bunganya pada 2026.
Ekspektasi mengurangi suku bunga ini menguat setelah mencuatnya nama Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hasset sebagai kandidat Ketua the Fed.
Selain itu, permintaan safe haven dolar AS juga mereda di tengah pembicaraan mengenai potensi kesepakatan damai Ukraina-Rusia, yang berpotensi mendorong penguatan euro.
Andry mencatat harga emas menembus US$ 4.220 per ons pada Jumat. Angka ini merupakan level tertinggi dalam satu bulan terakhir dan menuju kenaikan bulanan keempat berturut-turut, seiring meningkatnya pemangkasan suku bunga the Fed pada Desember 2025.
“Pernyataan bernada dovish dari beberapa pejabat the Fed dan rilis data ekonomi yang tertunda memperkuat ekspektasi pelonggaran,” kata dia.
Rupiah sendiri diperkirakan akan bergerak pada kisaran Rp 16.615 hingga Rp 16.680 per US$ pada hari ini.

