Rupiah Melemah Jelang Acara Tahunan Bank Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) jelang Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Jumat (28/11/2025). Rupiah terkapar di akhir perdagangan pekan terakhir November 2025 di posisi Rp 16.661 per US$.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi menjelaskan pelemahan rupiah terjadi di tengah rilis data perekonomian AS. Data yang dirilis menunjukkan beragamnya kesehatan ekonomi AS. Nonfarm Payroll (NFP) September 2025 lebih kuat dari perkiraan, Indeks Harga Produsen (PPI) lebih lemah, dan pesanan barang tahan lama tercatat optimistis.
Sementara itu, Indeks Penjualan Ritel lebih lemah dari perkiraan dan peningkatan Tingkat Pengangguran.
Selain itu, penguatan dolar AS tetap optimis dengan langkah the Fed yang akan memangkas suku bunga acuannya di akhir tahun. Pasar memperkirakan probabilitas sekitar 85% untuk pengurangan Fed Fund Rate 25 basis poin.
Baca Juga
Rupiah Melemah ke Rp 16.649, Pasar Menanti Sinyal Pemangkasan The Fed
Dari sentimen politik, terjadi dorongan perdamaian Ukraina yang dipimpin AS. Washington dan Kyiv bekerja sama untuk mengakhiri konflik Ukraina-Rusia yang sudah berlangsung empat tahun.
Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kebijakan pemindahan dana akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekitar 0,2% pada kuartal IV-2025. Dengan tambahan paket stimulus pemerintah, Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 diperkirakan dalam rentang 5,6% hingga 5,7%.
Pada September lalu, Purbaya telah memindahkan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun ke lima bank pelat merah. Rinciannya, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), BNI menerima Rp 55 triliun. Kemudian, BTN menerima Rp 25 triliun dan BSI menerima Rp 10 triliun.
November ini, Purbaya kembali mengguyur likuiditas perbankan. Dana sebesar Rp 76 triliun diletakkan ke Bank Mandiri, BNI, dan BRI. Tiga bank tersebut mendapatkan masing-masing Rp 25 triliun. Sementara itu, Bank DKI mendapat Rp 1 triliun.

