Gubernur BI: Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Perlu Transformasi Sektor Riil
Poin Penting
| ● | Perry Warjiyo menekankan pentingnya transformasi sektor riil. |
| ● | Hilirisasi SDA unggulan dan penguatan manufaktur prioritas perlu didukung. |
| ● | Industrialisasi membutuhkan pembiayaan besar. |
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menegaskan, pertumbuhan ekonomi memerlukan transformasi sektor riil. Kebijakan industrial dan struktural perlu ditempuh.
“Caranya yaitu dengan meningkatkan modal, tenaga kerja, dan produktivitas,” kata Perry dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) di Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Menurut Perry Warjiyo, transformasi sektor riil perlu diikuti kebijakan industrial untuk hilirisasi sumber daya alam (SDA) unggulan. Selain itu, perlu kebijakan untuk penguatan industri manufaktur prioritas.
Baca Juga
Investasi Hilirisasi Tembus Rp 431,4 Triliun, Indonesia Kini Jadi Pemain Utama Rantai Pasok Global
Source: Research & Development Department Investortrust
“Hilirisasi nikel, tembaga, bauksit, timah, tanah jarang, dan lainnya. Industri teknologi, mobil, baterai listrik, petrokimia, semikonduktor, industri garmen, sepatu olahraga, dan produk lainnya,” ujar dia.
Kebijakan industrial, kata Gubernur BI, turut disertai kebijakan struktural untuk perbaikan iklim investasi, kecepatan birokrasi, konektivitas infrastruktur, dan investasi, serta perdagangan melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai pusat-pusat pertumbuhan.
Perry menjelaskan, program industrialisasi dan hilirisasi memerlukan pembiayaan besar. Untuk itu, diperlukan peran dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, swasta, perbankan, dan pasar modal, serta investor asing dan dalam negeri.
“Sebagian dari APBN dengan batasan defisit fiskal dan fokus untuk program sosial dan ekonomi kerakyatan,” tegas dia.
Baca Juga
Indef Tegaskan Likuiditas Bukan Masalah, Sektor Riil yang Mandek
Perry menambahkan, diperlukan penguatan model bisnis yang menguntungkan dari sisi hukum dan kebijakan. Tak hanya itu, perlu pula kepastian kelayakan proyek, sumber pembiayaan, dan teknologi, serta sumber daya manusia.
Untuk itu, kata Perry Warjiyo, BI akan terus mendukung pembiayaan program hilirisasi dan industrialisasi.
“BI akan mendukungnya melalui pembelian obligasi berkualitas tinggi dari pasar sekunder, fasilitas lindung nilai, hingga sekuritisasi di pasar uang,” tandas dia.

