Ekonom Bank DBS Sebut Pertumbuhan Kredit 11,5% di November 2024 Didorong Geliat Bisnis dan Sektor Riil
JAKARTA, investortrust.id - Pertumbuhan kredit di Indonesia tercatat mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun ini. Senior Economist DBS Bank Radhika Rao mengungkapkan, rata-rata pertumbuhan kredit dari Januari hingga November 2024 berada di kisaran 11,3% sampai 11,5%.
“Peningkatan (kredit) ini, didorong oleh pelaku sektor keuangan dan beberapa sektor riil, termasuk pertambangan dan industri,” ujarnya secara virtual, dalam Group Interview bersama Ekonom Bank DBS, Rabu (11/12/2024).
Menurut Radhika, pendorong utama pertumbuhan ini adalah aktivitas bisnis yang semakin menggeliat dan peningkatan permintaan kredit dari sektor riil. Selain itu, peran dari sektor keuangan juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan kredit ini.
Baca Juga
DBS Bank Luncurkan Uji Coba Token Treasure Berbasis Blockchain
Namun, ia menyatakan bahwa pencapaian tersebut bisa jadi sulit untuk diulang di tahun depan. “Pertumbuhan pinjaman tahun ini lebih kuat, akan agak sulit untuk mengulanginya tahun depan. Jadi menurut saya tahun depan, menurut kami, akan mendekati sekitar 8% hingga 10%,” kata dia.
Selain itu, Radhika melihat sentimen bisnis menunjukkan perbaikan. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di berbagai sektor yang menurun. Namun, segmen mikro masih menjadi tantangan.
“Mikro adalah satu-satunya segmen yang menurut saya sedikit tertekan, tetapi segmen lainnya berjalan cukup baik,” ucapnya.
Baca Juga
Bank DBS Raih Gelar "Safest Bank In Asia" selama 16 Tahun Berturut-Turut Dari Global Finance
Terlepas dari itu, dikatakan Radhika, keberlanjutan pertumbuhan ini membutuhkan kombinasi antara konsumsi domestik yang kuat dan permintaan global yang stabil. Dengan kondisi tersebut, prospek ekonomi Indonesia diharapkan tetap positif.

