Kadin Fokus Konsolidasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Sektor Riil
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) melaporkan berbagai pencapaian dalam Rapat Pengurus Harian yang berlangsung pada Januari. Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menekankan bahwa hasil kerja Kadin sepanjang bulan pertama 2025 menunjukkan perkembangan yang positif, terutama dalam aspek konsolidasi organisasi, kerja sama internasional, serta dukungan terhadap sektor riil.
Menurut Anindya, salah satu pencapaian utama yang dilaporkan adalah keberhasilan Kadin dalam melakukan konsolidasi internal melalui Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan.
"Dengan langkah ini, Kadin kini menjadi organisasi tunggal yang lebih solid dan telah mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah. Konsolidasi ini diharapkan memperkuat posisi Kadin dalam membangun sinergi antara dunia usaha dan pemerintah," ungkap Anindya di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Rabu (4/2/2025).
Anindya juga menyoroti hasil kunjungan Kadin ke World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss pekan lalu. Dalam forum bergengsi tersebut, Indonesia dan India menjadi sorotan utama karena kedua dua negara yang dipandang akan menopang pertumbuhan ekonomi global.
Anindya juga menyoroti hasil kunjungan Kadin ke World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss pekan lalu. Dalam forum bergengsi tersebut, Indonesia dan India menjadi sorotan utama karena kedua dua negara yang dipandang akan menopang pertumbuhan ekonomi global.
“Terlepas dari berbagai tantangan di dalam negeri, secara global Indonesia diakui sebagai pusat pertumbuhan dunia bersama India,” ujar Ketua Kadin.
Anindya menambahkan, delegasi Kadin juga melakukan kunjungan bisnis ke India yang mencakup berbagai agenda strategis. Salah satu hasil signifikan adalah Business Matching dalam memperluas jaringan bisnis dengan pelaku usaha India.
Selain itu, kerja sama antara asosiasi pasar modal Indonesia dan India juga menjadi salah satu capaian penting. Kedua negara memiliki potensi investasi yang besar, dengan total nilai pasar modal yang bisa mencapai US$ 1 triliun. Sinergi ini diharapkan membuka peluang investasi lebih luas bagi kedua negara.
Dalam rapat tersebut, Ketua Umum Koordinator Kadin juga melaporkan perkembangan dari berbagai sektor industri. Salah satu yang menjadi fokus utama adalah sektor pertanian, di mana Kadin mencatat kemajuan dalam program penguatan komoditas pangan strategis seperti beras, cabai, dan jagung.
“Kadin tidak hanya memberikan masukan kebijakan kepada pemerintah, tetapi juga terlibat langsung dalam penguatan sektor riil,” jelas Anindya.
Sementara itu, sektor Usaha Kecil, Usaha Menengah, dan Koperasi (UKM-K) juga mendapat perhatian khusus. Kadin menilai koperasi dapat menjadi solusi dalam memperkuat ekonomi rakyat, sehingga ke depan organisasi ini akan lebih aktif dalam mendukung pengembangan koperasi sebagai pilar ekonomi nasional.
Dengan berbagai pencapaian ini, Kadin terus berupaya memperkuat peranannya sebagai jembatan antara dunia usaha dan pemerintah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (C-13)

