Rupiah Melemah ke Rp 16.649, Pasar Menanti Sinyal Pemangkasan The Fed
JAKARTA, investortrust.id – Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (28/11/2025) pagi. Pada pukul 09.58 WIB, rupiah turun 13 poin atau 0,08% ke level Rp 16.649 per dolar AS, seiring penguatan indeks dolar yang naik ke posisi 99,62.
Penguatan dolar AS terjadi terhadap dua mata uang utama dunia. Dolar menguat 0,10% terhadap euro dan naik tipis 0,01% terhadap poundsterling. Namun, sejumlah mata uang Asia justru bergerak positif, termasuk yen Jepang yang menguat 0,01%, ringgit Malaysia 0,07%, dan dolar Singapura 0,02%.
Baca Juga
IHSG Dibuka Rebound 9 Poin, Lima Saham Dipimpin STAR dan PADI Cetak ARA
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menjelaskan bahwa pelaku pasar tengah mencermati peluang penurunan suku bunga acuan The Fed sebesar 25 basis poin pada Desember 2025. Probabilitas pemangkasan meningkat dari sekitar 30% menjadi 85% dalam sepekan terakhir.
Ekspektasi tersebut menguat setelah mencuat kabar mengenai kandidat pengganti Ketua The Fed Jerome Powell. Kevin Hasset, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, disebut-sebut menjadi kandidat kuat.
Kondisi dolar AS juga ditopang oleh data ekonomi yang solid. Klaim awal tunjangan pengangguran turun, sementara pesanan barang tahan lama mencatat pertumbuhan di atas ekspektasi. Selain itu, rencana Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) melonggarkan aturan Supplementary Leverage Ratio (SLR) turut memberikan sentimen tambahan bagi pasar perbankan AS.
Baca Juga
Bitcoin Naik di Tengah Ekspektasi Fed Dovish, Pasar Bidik Level US$ 100.000
AS juga mencatat surplus anggaran sebesar US$ 284,4 miliar pada Oktober 2025, berbanding terbalik dengan defisit US$ 257,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan mempertahankan suku bunga sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian global.
Di pasar obligasi domestik, imbal hasil (yield) surat utang pemerintah tenor 10 tahun rupiah naik 3,8 bps menjadi 6,29%. Sementara itu, yield obligasi pemerintah dalam dolar AS tenor 10 tahun turun tipis 0,3 bps ke 4,9%. Adapun perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp 16.615 hingga Rp 16.675 per dolar AS.

