Indef Sebut Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2026 Idealnya Capai 6% untuk Wujudkan Mimpi Prabowo
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pengamat sekaligus Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eisha Maghfiruha Rachbini, memberikan komentar terkait target pertumbuhan ekonomi oleh pemerintah di tahun 2026. Ia menyebut idealnya pertumbuhan ekonomi di tahun 2026 semestinya mencapai 6%.
Ia menyebut angka 6% semestinya harus dikejar apabila pemerintah ingin mewujudkan mimpi Presiden Prabowo Subianto mencapai pertumbuhan ekonomi mencapai 8% pada tahun 2029 mendatang. Namun di satu sisi, ia mengamini target pertumbuhan ekonomi 5,4% di tahun 2026 yang sesuai dengan asumsi makro APBN pun menjadi tantangan tersendiri untuk dikejar.
"Makanya kita melihat bagaimana sih supaya tadi selama ini kita 5% terus kan? Tapi kan targetnya ingin 8%. Harusnya kalau mau target 8%, sebenarnya di tahun depan itu kan sudah 6%. Tapi kita nggak bisa mencapai itu, belum bisa mencapai itu," katanya kepada Investortrust saat ditemui pada sela-sela agenda Seminar Nasional Indef di Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Eisha mengatakan, pemerintah harus memaksimalkan program hasil terbaik cepat (PHTC) seperti makan bergizi gratis (MBG) untuk memaksimalkan potensi pertumbuhan ekonomi di tahun 2026. Tetapi ia menilai sejauh ini program MBG belum dapat berdampak positif terhadap pergerakan ekonomi lokal.
Ia meyakini, tata kelola yang tidak optimal dalam pelaksanaan MBG menjadi penyebab program ini belum dapat menghasilkan multiplier effect seperti yang diharapkan.
"Bisa jadi karena penguasaan SPPG hanya terkumpul di kelompok-kelompok tertentu, jadi manfaatnya tidak menetes ke masyarakat yang paling bawah," ungkapnya.
Ia memperkirakan program prioritas seperti MBG akan mulai dirasakan manfaatnya di tahun 2026.
"Itu pun kalau perbaikannya terjadi, secara kapasitasnya (dapur SPPG) juga sudah full. Selama ini kan belum mencapai, tapi kan full function dia belum, standarisasinya belum gitu kan," ujarnya.
Mengejar Target Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2026
Alumnus Doktor Universitas Waseda ini meyakini, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,4% yang sesuai dengan asumsi APBN bukan sebuah pekerjaan mudah. Ia menyebut tantangan geopolitik yang semakin tidak stabil membuat pemerintah harus memaksimalkan program prioritas untuk menggerakkan perekonomian lokal.
Eisha menekankan, pemerintah juga harus menaruh fokus yang serius untuk mendorong tumbuhnya industri dalam negeri. Ia menyebut, industrialisasi di satu juga membutuhkan guyuran modal investasi.
Baca Juga
Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6% pada 2026, Purbaya: Saya Butuh Tantangan!
Dalam hal ini, ia mendorong agar Danantara turut aktif untuk berperan menarik investasi dari luar negeri.
"Dengan adanya Danantara, dia juga harus menarik investasi supaya masuk ke proyek prioritas pemerintah yang harus jalan. Selama ini belum jalan, belum sesuai yang diharapkan, kita melihat belum bisa sesuai dengan target. Jadi perkiraan kita masih di 5%," tuturnya.
Ekonom Indef itu mengungkap, jika ada satu sektor yang tidak boleh diabaikan oleh pemerintah, itu adalah konsumsi rumah tangga. Ia mengingatkan pemerintah saat ini terdapat tren penurunan daya beli masyarakat, lantaran sektor konsumsi rumah tangga dalam 8 periode terakhir pertumbuhannya selalu berada di bawah 5% secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Ia mendorong dalam waktu dekat agar pemerintah dapat menggelontorkan stimulus fiskal untuk dapat mendongkrak pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Terlebih, ia berujar triwulan I-2026 adalah fase yang krusial, lantaran bertepatan dengan sejumlah momen seperti liburan tahun baru, bulan puasa Ramadhan, hingga libur lebaran.
"Triwulan I ini benar-benar bagus kan ya kalau bisa naik krusialnya di situ. Karena liburan lebaran, liburan akhir tahun, anak-anak sekolah, semua ada terkumpul di triwulan I. Kalau triwulan I aja nggak bisa tinggi pertumbuhannya, aduh alarm," sebutnya.
Optimisme Purbaya Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 6% Tahun 2026
Sementara dalam kesempatan terpisah, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan pertumbuhan ekonomi 6% pada 2026. Angka ini lebih tinggi dari target pertumbuhan ekonomi di APBN 2026 yang sebesar 5,4%.
“Saya harapkan tahun depan ekonomi bukan 5,4% seperti target APBN, saya ingin dorong ke 6%, “ kata Purbaya, di acara BloombergTechnoz Ecoverse 2025, di Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Purbaya menyebut target pribadinya ini sebagai tantangan. Sebab, tanpa dorongan pertumbuhan ekonomi yang tinggi di tahun mendatang, pemerintah Presiden Prabowo Subianto bakal kehilangan momentum untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.
“Risikonya apa saya ngomong gini? Kalau nggak tercapai gue dipecat. Tapi, kalau nggak ada challenge, nggak menarik buat saya. Lebih baik saya duduk di rumah saja,” kata dia.
Menurut Purbaya target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% dapat dicapai dengan memaksimalkan pasar di dalam negeri. Langkah ini dilakukan dengan memberi dukungan ke industri dan pekerja di dalam negeri.
“Sehingga mereka mempunyai daya saing yang cukup untuk memastikan ekonomi kita bisa tumbuh dengan signifikan terus ke depan,” jelas dia.

