Purbaya Sebut Penempatan Dana di Himbara Akan Terkonversi Jadi Pertumbuhan Kredit 2-3 Bulan ke Depan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan penempatan dana di perbankan akan mulai berdampak ke pertumbuhan kredit dalam beberapa bulan mendatang.
“Ini dampak penuh dari tambahnya likuiditas itu perlu sampai 2-3 bulan sejak uang itu diinjeksikan,” ucap Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa edisi November 2025, di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Purbaya menjelaskan dampak penuh dari penempatan dana di perbankan akan mulai terasa pada pertumbuhan kredit periode Desember 2025 dan Januari 2026.
“Tapi yang jelas sekarang DPK tumbuhnya sudah double digit, kredit juga sudah membaik, apalagi kredit investasi,” ucap dia.
Purbaya menjelaskan tujuan penempatan dana tersebut untuk mendorong biaya dana yang rendah. Suku bunga deposito 6 bulan turun signifikan dari 6% jadi 5,2% pada September. Penurunan ini diharapkan diteruskan kepada masyarakat melalui suku bunga kredit tertimbang.
Baca Juga
Dikepung "Hantu" Undisbursed Loan, BI Perkirakan Pertumbuhan Kredit di Kisaran 8% pada 2025
Data per Oktober 2025 menunjukkan suku bunga kredit tertimbang berada di 9%, turun dari 9,12% pada Juli 2025. “Ini menunjukkan bahwa intervensi pemerintah berhasil menurunkan cost of fund untuk mendorong aktivitas investasi dan konsumsi,” kata dia.
Sebelumnya diberitakan, Purbaya mengatakan telah kembali menyalurkan dana pemerintah sebesar Rp 76 triliun untuk BNI, Bank Mandiri, BRI, dan Bank DKI.
“Pada 10 November 2025, pemerintah kembali menempatkan dana Rp 76 triliun di BRI, Mandiri, BNI, dan Bank DKI,” kata Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa edisi November 2025, di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Purbaya berharap penyaluran tersebut diharapkan menjaga likuiditas dan transmisi kredit yang optimal. Ini karena Kementerian Keuangan melihat terjadi penurunan base money atau M0.
“Tadinya base money-nya tumbuh 13,3%, di bulan Oktober turun sedikit ke 7,8% jadi kita pikir mungkin perlu didorong memasukkan (dana pemerintah) lagi Rp 76 triliun,” ucap dia.
Dari penempatan tersebut, tiga bank pemerintah masing-masing mendapat penempatan dana sebesar Rp 25 triliun. Sementara itu, Bank DKI mendapat Rp 1 triliun.

