Sektor Manufaktur Harus Jadi "Jenderal" Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mendesak pemerintah untuk menempatkan sektor industri manufaktur sebagai 'jenderal' dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Target pertumbuhan ekonomi sulit dicapai tanpa adanya dorongan kuat pada sektor manufaktur.
Menurutnya sektor manufaktur merupakan penyumbang terbesar bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Namun, pemerintah saat ini belum banyak menyentuh sektor tersebut secara luas. "Kalau mau tumbuh tinggi, industri manufaktur harus jadi jenderalnya," kata Andry dalam Investortrust Economic Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Sektor kedua yang mendorong pertumbuhan ekonomi, yakni pertanian, perkebunan, dan perikanan. "Kalau misalnya sektor tersebut yang sumbangannya 13,8% itu bisa tumbuh 4% saja. Itu tumbuhnya akan relatif lebih resilien ke depan," ujarnya.
Selain itu, sektor perdagangan juga menyumbang pertumbuhan ekonomi cukup tinggi. Berdasarkan data yang dimiliki Mandiri, Indonesia didukung oleh perilaku konsumsi domestik seperti jajan dan jalan-jalan.
"Jadi kalau ditanya apakah ada chance Indonesia mengalami resesi, saya bilang not a chance, jauh. Selama orang Indonesia memang masih bisa jajan dan jalan-jalan. Jadi traveling itu masih salah satu yang disukai oleh orang Indonesia," ungkapnya.
Andry menekan bahwa pemerintah harus mencatat pertumbuhan hingga 5,5% di kuartal terakhir agar target pertumbuhan tahunan 5,13% dapat terealisasi. Indonesia membutuhkan pertumbuhan yang lebih tinggi dari 5% untuk membangun resiliensi ekonomi jangka panjang, terutama dalam menghadapi dinamika makro global hingga 2035.
"Kalau untuk bertumbuh di 5,13%, pemerintah butuh pertumbuhan 5,5% di kuartal IV nanti. Artinya butuh ekstra keras untuk bekerja," ucapnya.

