PMI Manufaktur RI Ekspansi Tiga Bulan Beruntun, Industri Dorong Penciptaan Lapangan Kerja
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kinerja sektor manufaktur Indonesia kembali menunjukkan penguatan. Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global naik dari 50,4 pada September menjadi 51,2 pada Oktober 2025. Capaian tersebut menandai ekspansi selama tiga bulan berturut-turut.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat kenaikan sejumlah indikator utama. Pesanan baru (new orders) meningkat dari 51,7 menjadi 52,3, sementara tingkat ketenagakerjaan naik dari 50,7 ke 51,3. Hal ini mencerminkan kepercayaan pasar yang semakin baik serta peningkatan kapasitas produksi industri nasional.
Baca Juga
IHSG Tumbuh 16,83% YTD, Pasar Modal Indonesia Tangguh Meski Sempat Terkoreksi
"Kita melihat adanya peningkatan penyerapan tenaga kerja pada laju tercepat sejak Mei 2025. Ini sinyal baik karena aktivitas industri kembali mendorong penciptaan lapangan kerja," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis, Selasa (4/11/2025).
Sementara itu, output atau aktivitas produksi bertahan stabil di level 50,0. Pelaku industri terlihat menjaga keseimbangan antara kapasitas produksi dengan permintaan pasar. Beberapa industri juga memanfaatkan stok yang ada untuk memenuhi kenaikan permintaan, sehingga stok barang jadi mengalami penurunan tipis.
Agus menambahkan peningkatan kinerja manufaktur di tengah tekanan global menunjukkan kuatnya daya tahan industri nasional. Kendati ekspor masih melambat akibat pelemahan permintaan dari Amerika Serikat dan Eropa, konsumsi domestik menjadi motor utama pertumbuhan.
Baca Juga
Inflasi Oktober 2025 Capai 0,28% Secara Bulanan, 2,86% Secara Tahunan
Kemenperin tetap mendorong peningkatan daya saing melalui efisiensi produksi, penguatan nilai tambah, hingga program peningkatan keterampilan tenaga kerja. S&P Global juga mencatat inflasi harga input berada pada level tertinggi dalam delapan bulan terakhir akibat kenaikan biaya bahan baku. Namun, kenaikan harga jual produk masih terbatas. "Hal ini menunjukkan pelaku industri menjaga daya saing harga agar tetap kompetitif, sekaligus menahan inflasi di tingkat konsumen," jelas Agus.
Secara regional, PMI manufaktur ASEAN mencapai 51,6 pada Oktober 2025. Indonesia (51,2) berada di zona ekspansi bersama Thailand (56,6), Vietnam (54,5), dan Myanmar (53,1). Negara-negara global seperti Tiongkok (51,2) dan India (57,7) juga mencatat ekspansi moderat, menandakan stabilisasi aktivitas manufaktur dunia.

