Rupiah Melemah 9 Poin, Terperosok di Rp 16.631 per US$
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah mengalami pelemahan -9 poin ke posisi Rp 16.631 per US$ pada Rabu (29/10/2025). Berdasarkan data tim ekonomi Bank Mandiri, rupiah diperdagangkan pada kisaran Rp 16.590 hingga Rp 16.634 per US$.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menjelaskan sejumlah indikator yang membawa rupiah melorot ke posisi Rp 16.631 per US$. Salah satunya, indeks saham Asia yang ditutup menguat.
Nikkei naik 2,2% ke level 51.308 dan Shanghai naik 0,7% ke level 4.061. Kenaikan terjadi seiring optimisme investor menjelang rilis laporan keuangan sejumlah perusahaan besar di sektor kecerdasan buatan.
Baca Juga
Dolar AS Menguat Terhadap Rupiah dan Sejumlah Mata Uang Asing Utama
Kenaikan pasar juga semakin solid berkat ekspektasi bahwa the Fed akan mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps). Proyeksi ini semakin menguat karena pergeseran kebijakan bank sentral menuju arah yang lebih mendukung pertumbuhan di tengah data pasar tenaga kerja yang melemah.
IHSG naik 0,9% menjadi 8.166, sejalan dengan penguatan di pasar Asia, dipimpin oleh sektor bahan baku dan keuangan. Investor juga menunggu rilis laporan keuangan emiten domestik untuk kuartal III-2025, yang akan memberikan gambaran lebih lanjut mengenai kinerja sektoral dan ketahanan laba perusahaan.
Imbal hasil obligasi pemerintah RI tenor 10 tahun naik 0,6 bps menjadi 6,01%, sementara imbal hasil obligasi pemerintah USD tenor 10 tahun (INDON) tidak berubah di 4,8%.
Kepemilikan asing dalam obligasi pemerintah per 27 Oktober 2025 tercatat sebesar Rp 882,7 triliun, atau 13,70% dari total outstanding.

