BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tembus di Atas 5% pada 2025
JAKARTA, investortrust.id – Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025 di atas titik tengah 4,6%–5,4%, atau sedikit di atas 5%. Prediksi ini didasarkan pada perbaikan ekspor dan penguatan permintaan domestik.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa perbaikan ekspor dan penguatan permintaan domestic diharapkan jadi penodorong. “Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2025 berada sedikit di atas titik tengah 4,6% hingga 5% dan catatkan peningkatan pada 2026,” ujar Perry dalam paparan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Oktober, Rabu (22/10/2025).
Baca Juga
Keterbatasan APBN, Pemerintah Andalkan 'Creative Financing' untuk Biayai Infrastruktur
Menurut dia, perekonomian Indonesia masih tumbuh solid dan perlu terus dijaga agar sejalan dengan kapasitas ekonomi nasional. Pada kuartal III-2025, pertumbuhan ekonomi didorong oleh kenaikan ekspor, terutama dari komoditas minyak kelapa sawit serta besi dan baja, sebagai langkah antisipatif terhadap kebijakan tarif resiprokal dari Amerika Serikat (AS).
Sementara itu, BI menilai permintaan domestik masih perlu diperkuat untuk mendorong konsumsi rumah tangga dan investasi. “Peran belanja pemerintah menjadi faktor penting yang turut memperkuat permintaan domestik dan mendukung pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025,” tambahnya.
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi turut ditopang oleh sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan yang menunjukkan kinerja positif. Secara spasial, wilayah Jawa dan Sumatera juga mencatatkan pertumbuhan lebih baik dari perkiraan sebelumnya, ditopang oleh aktivitas industri dan pertanian.
Baca Juga
Ketua DK OJK: Penempatan Dana Pemerintah di Bank Himbara Sukses Tekan Suku Bunga
Lebih lanjut, Perry menyebutkan, sepanjang semester II-2025, perekonomian diperkirakan terus membaik sejalan dengan implementasi proyek prioritas pemerintah, seperti program ketahanan pangan, energi, pertahanan, dan keamanan. “Termasuk pelaksanaan paket kebijakan ekonomi pemerintah 2025 serta penyaluran bantuan sosial di triwulan IV,” jelasnya.
Guna menjaga momentum tersebut, BI akan memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang selaras dengan kebijakan fiskal dan stimulus sektor riil pemerintah. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

