Rupiah Menguat 38 Poin, Posisi di Rp 16.560 per US$
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah kembali menunjukkan penguatan pada Selasa (7/10/2025). Rupiah menguat 38 poin dibandingkan penutupan pada Senin (6/10/2025) versi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR.
Pada perdagangan Selasa sore ini, Mata Uang Garuda berada di posisi Rp 16.560 per US$. Sementara itu, indeks dolar AS atau DXY masih tumbuh 0,32% di posisi 98,42.
Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa faktor penutupan pemerintah Amerika Serikat (AS) atau government shutdown masih menjadi faktor menguatnya DXY. Kondisi ini ditambah dengan krisis politik yang terjadi di Perancis.
Sementara itu, di Jepang, yen terdorong menguat setelah politikus perempuan Sanae Takaichi terpilih sebagai pimpinan Partai Demokrat Liberal. Kemenangan ini akan membuka jalan bagi belanja fiskal yang agresif.
Baca Juga
Indeks Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah ke Rp 16.595 per Dolar
Sementara itu di dalam negeri, Ibrahim menyoroti penurunan cadangan devisa Indonesia yang menurun pada September 2025, sebesar US$ 148,7 miliar. Meski turun, Bank Indonesia (BI) diyakini memiliki ketahanan sektor eksternal yang tangguh sejalan dengan prospek ekspor yang tetap terjaga serta neraca transaksi modal dan finansial yang diproyeksikan akan surplus.
“Sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik dan imbal hasil investasi yang tetap menarik,” kata Ibrahim.
Di samping itu, BI diprediksi tetap akan meningkatkan sinergi dengan pemerintah untuk memperkuat ketahanan eksternal. Ini dilakukan demi menjaga stabilitas perekonomian yang berkelanjutan.
Ibrahim mengatakan dengan berbagai pertimbangan ini rupiah tetap akan bergerak fluktuatif. “Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.560 hingga Rp 16.600 per US$” ujar dia.

