Kurs Rupiah Ditutup Menguat Kamis (7/8) Meski Posisi Cadev Menurun per Juli 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup menguat pada Kamis (7/8/2025) sore, meski Bank Indonesia (BI) mengumumkan posisi cadangan devisa (cadev) menurun per Juli 2025. Berdasarkan data Jisdor BI, kurs rupiah menguat hingga 67 poin (0,40%) ke level Rp 16.312 per dolar Amerika Serikat (AS).
Dilansir Bloomberg, kurs rupiah bergerak menguat signifikan 75 poin (0,46%) ke level Rp 16.286 per dolar AS. Adapun Bloomberg juga merilis indeks dolar AS (DXY) terdepresiasi 0,08% ke level 98,0 poin.
Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Andry Asmoro, mengungkap data ekonomi global terkini menunjukkan perlambatan, termasuk melemahnya PMI manufaktur dan jasa di AS dan Zona Euro, serta melemahnya indikator pasar tenaga kerja AS. Tren ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan mulai memangkas suku bunga pada pertemuan September 2025 mendatang.
Meskipun ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter AS telah membantu meredakan tekanan arus keluar modal dari pasar negara berkembang, sentimen pasar tetap rapuh.
"Tekanan arus keluar modal masih terjadi di pasar keuangan Indonesia pada bulan Juli karena investor tetap berhati-hati menjelang penerapan tarif baru AS," kata Andry dalam laporan tertulis, Kamis (7/8/2025).
Baca Juga
Pembayaran Utang dan Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa RI Turun ke US$152 Miliar
Sementara itu Andry mengatakan data terbaru menunjukkan rupiah terdepresiasi sekitar 2,19% (ytd) hingga Juli 2025, lebih lemah dibandingkan depresiasi 0,84% yang tercatat pada Juni 2025. Pelemahan pada bulan Juli didorong oleh faktor geopolitik seperti fragmentasi perdagangan global menjelang penerapan tarif AS pada bulan Agustus.
"Kami merevisi turun proyeksi cadangan devisa menjadi berkisar antara 150–155 miliar dolar AS pada akhir tahun 2025 di tengah meredanya ketidakpastian pasar global namun masih ada, dan langkah-langkah kebijakan proaktif Bank Indonesia untuk menstabilkan Rupiah," ujar Andry.
Diberitakan BI mengumumkan posisi cadev Indonesia pada akhir Juli 2025 terjaga tetap tinggi sebesar 152,0 miliar dolar AS. Posisi cadev sedikit menurun dibanding akhir Juni 2025 sebesar 152,6 miliar dolar AS.
Menurut Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, perkembangan tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sebagai respons Bank Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.
Posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2025 setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” kata Ramdan Denny dalam laporannya, Kamis (7/8/2025).

