JISDOR Tunjukkan Rupiah Ditutup Melemah Tipis Perdagangan Senin 1 September 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menunjukkan posisi rupiah yang melemah di perdagangan spot pada Senin (1/9/2025). Rupiah pada akhir perdagangan Senin (1/9/2025) sebesar Rp 16.463 per US$. Rupiah melemah 2 poin atau turun 0,012% dari penutupan Jumat (29/8/2025).
Sementara itu, Bloomberg sempat menunjukkan rupiah masih menguat 81 poin atau naik 0,49% pada Rp 16.418 per US$ pada perdagangan pukul 14.59 WIB.
Analis komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan investor semakin yakin the Fed memangkas suku bunga acuan pada September 2025. Sentimen ini muncul karena indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi Amerika Serikat (AS) sejalan dengan perkiraan.
Perangkat CME FedWatch pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) bulan ini mendekati 90%. Sementara itu, biaya pinjaman yang lebih rendah mengurangi biaya peluang aset non-imbal hasil seperti emas.
Baca Juga
Rupiah Perkasa Awal September, Sentimen Manufaktur Jadi Katalis
“Perhatian kini beralih ke data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis akhir pekan ini. Laporan penggajian non-pertanian yang lemah dapat memperkuat argumen untuk pelonggaran jangka pendek, sementara data yang lebih kuat dapat memaksa investor untuk mengurangi ekspektasi,” kata Ibrahim, dalam keterangan resminya, Senin (1/9/2025).
Meski demikian, investor juga tetap waspada terhadap tanda-tanda tekanan politik terhadap bank sentral AS. Ini karena Presiden AS Donald Trump ingin memecat Gubernur the Fed Lisa Cook dengan alasan dugaan penipuan hipotek pada 2021.
“Cook telah menolak wewenang Trump untuk memberhentikan dan telah mengajukan gugatan hukum yang menentang pemecatan tersebut,” ujar dia.
Di dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kinerja neraca perdagangan Indonesia yang mencatat surplus US$ 4,17 miliar pada Juli 2025. Angka ini lebih tinggi dari surplus Juni sebesar US$ 4,11 miliar ditopang ekspor CPO dan batu bara.
PMI Manufaktur Indonesia versi S&P Global naik ke 51,5 pada Agustus 2025. Angka ini menandai ekspansi pertama dalam lima bulan terakhir, didorong rebound output dan pesanan baru setelah empat bulan berturut-turut melemah.
Pada perdagangan esok hari, Selasa (2/9/2025), mata uang rupiah masih bergerak fluktuatif. “Namun ditutup menguat di rentang Rp 16.370 hingga Rp 16.430 per US$,” kata dia.

