Rupiah Kembali Melemah pada Sesi Perdagangan Selasa
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah kembali mengalami depresiasi pada sesi perdagangan Selasa (23/9/2025). Rupiah terkontraksi -14 poin atau turun -0,08% ke Rp 16.624 per US$, berdasarkan data Bloomberg.
Tak hanya Mata Uang Garuda yang terkontraksi. Sejumlah mata uang di kawasan Asia juga mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Yen Jepang melemah tipis -0,01% dan baht Thailand ambles -0,20%. Begitu pula dengan ringgit Malaysia yang terdepresiasi -0,02%, dolar Singapura juga mengalami depresiasi -0,05%, dan won Korea Selatan yang terkontraksi dalam -0,29%.
Sementara itu, dolar AS mengalami pelemahan dibandingkan yuan China sebesar -0,01% dan euro Uni Eropa sebesar -0,01%.
Baca Juga
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan rupiah mengalami pelemahan sebesar -0,1% ke Rp 16.605 per US$. Dia memproyeksikan rupiah akan diperdagangkan di rentang mendekati Rp 16.700 per US$.
“Pandangan kami USD/IDR hari ini bergerak di kisaran Rp 16.578- Rp 16.668 per US$” kata Andry.
Sejumlah sentimen mempengaruhi kondisi rupiah hari ini. Salah satunya fokus pasar terhadap laporan indeks harga konsumen untuk memantau inflasi pada Jumat di AS. Selain itu, pasar juga fokus terhadap serangkaian lelang obligasi pemerintah AS yang padat pada pekan ini.
“Termasuk US$ 69 miliar surat utang untuk tenor 2 tahun pada Selasa, US$ 70 miliar surat utang tenor 5 tahun pada Rabu, dan US$ 44 miliar surat utang tenor 7 tahun pada Kamis,” kata Andry.
Baca Juga
Di dalam negeri, terpantau aliran dana asing sebesar Rp 491,5 miliar ke pasar saham. Meski begitu, IHSG ditutup turun -0,14% pada Senin (22/9/2025).
“Imbal hasil SBN IDR tenor 10 tahun naik 2,8 basis poin (bps) ke 6,33% dan imbal hasil obligasi pemerintah USD tenor 10 tahun naik 0,8 bps ke 5%” ujar dia.

