Jelang Akhir Pekan, JISDOR Perlihatkan Rupiah Perkasa di Rp 16.391 per US$
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah menguat di level Rp 16.391 per US$ pada Jumat (12/9/2025). Rupiah menguat 77 poin atau 0,46% dibandingkan perdagangan Kamis (11/9/2025) yang sebesar Rp 16.468 per US$.
Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah terjadi karena pelemahan indeks dollar (DXY) Amerika Serikat (AS). DXY berada di posisi 97,72.
Ibrahim mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi sentimen terhadap data inflasi tahunan yang mencapai 2,9% pada Agustus 2025. Inflasi ini menjadi yang tertinggi selama tujuh bulan terakhir.
Pasar yakin terhadap pelonggaran kebijakan setelah data harga produsen AS lebih lemah dari perkiraan. Selain itu, terjadi revisi besar-besaran terhadap angka ketenagakerjaan yang memperkuat tanda-tanda pasar tenaga kerja yang melemah.
Baca Juga
Sah, Beleid Dana Rp200 T untuk Pertumbuhan Ekonomi Dikeluarkan
AS sedang mengupayakan tarif yang lebih ketat bagi pembeli minyak Rusia. Negara yang membeli minyak asal Rusia, China dan India.
“AS berupaya menekan negara-negara G7 untuk mengenakan tarif yang jauh lebih tinggi terhadap China dan India,” kata Ibrahim.
Sementara itu, di dalam negeri, upaya pemerintah meletakkan dana jumbo sebesar Rp 200 triliun ke lima bank, Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI menjadi perhatian pelaku pasar.
Melihat dinamika yang terjadi, Ibrahim memproyeksikan rupiah akan tetap menguat pada Senin pekan depan.
“Mata uang rupiah fluktuatif, namun ditutup menguat direntang Rp 16.320 hingga Rp 16.380 per US$” kata dia.

